127 Mahasiswa STAIMA Disebar ke Tiga Wilayah

138
0
PEMBEKALAN. Salah satu dosen STAIMA Dr Arief Effendi MPd memberikan pembekalan program KKN STAIMA 2019 Sabtu (20/7). Cecep herdi / radar tasikmalaya
PEMBEKALAN. Salah satu dosen STAIMA Dr Arief Effendi MPd memberikan pembekalan program KKN STAIMA 2019 Sabtu (20/7). Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Sebanyak 127 mahasiswa dari jurusan Tarbiyah dan Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Miftahul Huda Al Azhar (STAIMA) akan mengikuti kuliah kerja nyata (KKN).

Mereka akan ditempatkan di tiga wilayah, yakni Kota Banjar, Kabupaten Ciamis dan Cilacap. Pelepasan peserta KKN akan dilaksanakan hari ini (22/7).

Ketua LPPM STAI Miftahul Huda Al Azhar Miftahudin MAg mengatakan program KKN tahun 2019 bertema KKN Berbasis Pemberdayaan Masyarakat.

“Pembekalan ini kami sengaja menghadirkan narasumber yang dapat membantu dalam terlaksananya kegiatan KKN,” ujarnya baru-baru ini.

Dia mengatakan dalam pembekalan itu dibahas tentang hukum dan pemerintahan, lingkungan, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu narasumber dalam pembekalan terhadap mahasiswa yakni Arief Effendi. Dosen tetap di STAIMA tahun ajaran 2019-2020 itu telah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Arief merupakan dosen reguler pertama di STAIMA yang menamatkan study doktoralnya dengan IPK 3,95 dan merupakan lulusan terbaik.

“Bagi kami ini sebuah kebanggaan tersendiri, karena sekarang bertambah tenaga dosen yang telah memiliki kualifikasi S3 di Kampus STAIMA. Apalagi pak Arief ini juga menjabat sebagai Lembaga Penjamin Mutu di kampus kami,” kata Sekretaris STAI Miftahul Huda Al Azhar Drs H Mastur Hamami MPd usai memberikan pembekalan KKN di Kampus Al Azhar.

Ketua STAI Miftahul Huda Al Azhar KH Muharir Ar, MPd mengatakan kegiatan pembekalan KKN diberikan sebelum mahasiswa terjun langsung ke masyarakat.

“Gunakanlah waktu yang sebaiknya, materi yang diberikan nantinya dapat membantu Anda dalam melaksanakan program KKN,” katanya.

Muharir juga berpesan agar mahasiswa KKN selalu menjaga nama baik almamater dan melakukan program-program di masyarakat.

“Berbaurlah bersama masyarakat, pengabdian kepada masyarakat dan nantinya apa yang telah didapat di bangku perkuliahan dapat diterapkan di masyarakat. Peserta KKN juga harus belajar dari masyarakat, ilmu dari masyarakat yang tidak diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi bahan pembelajaran bersama,” ujarnya. (rls/cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.