13.036 Pemudik ke Ciamis Dalam Pemantauan

596
0
PEMERIKSAAN SUHU TUBUH. Warga yang akan masuk ke wilayah Ciamis dari Majalengka menjalani pemeriksaan suhu tubuh di Posko Panawangan-Majalengka Jumat (3/4). Sampai kemarin terdata 16. 290 pemudik masuk ke Ciamis

CIAMIS – Ciamis menjadi tujuan pemudik. Sampai Jumat (3/4) pukul 12.00, Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid19 mencatat 16. 290 pemudik masuk ke Ciamis. Sebanyak 13.036 diantaranya masih dalam pemantauan.

Ketua Pusat Informasi dan Koordinasi (PIK) Covid-19 Kabupaten Ciamis dr Bayu
Yudiawan menjelaskan saat ini ada nomenklatur migrasi dalam pemantauan (MDP).

Baca juga : Pohon Kelapa Hancurkan Rumah Warga Sukadana Ciamis, Penghuninya Mengungsi

Data MPD didapatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari sembilan pos
perbatasan di Kabupaten Ciamis. Di pintu masuk ke Ciamis itu, para pendatang atau pemudik didata. Mereka juga menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

Sampai Jumat (3/4) siang, kata dr Bayu, terdata 16. 290 MPD. Sebanyak 3.254 diantaranya sudah selesai menjalani pemantauan. Sedangkan 13.036 orang masih
menjalani pemantauan. “Upaya kami melakukan itu (pemantauan) guna meneken
penyebaran virus corona di Kabupaten Ciamis,” ujar dr Bayu saat dihubungi Radar,
Jumat (3/4).

Pihaknya terus memantau
16. 290 MPD. Mereka juga diimbau untuk melaksanakan
perilaku hidup bersih (PHBS), menghindari kerumunan, menjaga jarak dengan warga
lainnya. ”Berdiam di rumah.

Kalau tidak penting jangan keluar rumah,” imbaunya.
Bagaimana teknis pemantauan belasan ribu MDP tersebut? Gugus Tugas di posko perbatasan setelah mendata dan memeriksa suhu tubuh pemudik, kemudian
mengarahkan mereka, yang kebanyakan dari zona merah itu, ke pusat kesehatan masyarakat (PKM). Pihak PKM bekerja sama dengan pemerintah desa setempat lalu melakukan pemantauan para pemudik itu.

Para pemudik yang suhu tubuhnya tidak panas, kata dr Bayu, tetap menjalani isolasi selama 14 hari di rumah. ”Bila memang ada yang panas lama tidak turun, baru itu
memeriksakan diri ke puskesmas. Tentunya akan kami tindak lanjuti,” ujar dr Bayu. Sementara itu update informasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis, Jumat (3/4) siang, warga yang positif Covid-19 satu orang.

Kondisinya kini mulai berangsur membaik. Adapun data pasien dalam pengawasan (PDP), kata dr Bayu, 10 orang. Tiga orang diantaranya sudah selesai menjalani pengawasan dan enam orang masih dalam pengawasan serta satu orang meninggal.

PDP yang wafat itu, kata dia, belum dinyatakan positif Covid-19. Mengenai orang dalam
pemantauan (ODP), kata dr Bayu, sampai Jumat (3/4) mencapai 1.125. Sebanyak118 orang telah selesai menjalani pemantauan, sedangkan 1.007 masih dalam
pemantauan. “Itu yang kami upaya terus memantau. Semoga tidak bertambah lagi serta bisa cepat tertangani semuanya,” ujar Bayu.

Dokter Bayu menjelaskan, meski di Ciamis sudah ada 1 warga yang positif Covid-19, sampai saat ini Ciamis tidak berkategori zona merah. Karena warga yang positif
Covid-19 itu menjalani perawatan di luar Ciamis. “Jadi Ciamis belum dikatakan zona merah, masih relatif aman semoga tidak ada lagi yang kena,” paparnya.

Kepala Desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Aon Nurhakim mengaku ikut bertugas
di Posko Perbatasan Cihaurbeuti -Tasikmalaya. Pemantauannya, banyak pemudik dari zona merah masuk ke Ciamis. “Memang pemudik masuk ke Ciamis tiap
hari terus ada. Terus meningkat,” terangnya. Pemudik yang masuk ke Ciamis
dari jalur Posko Perbatasan Cihaurbeuti–Tasikmalaya, kata Aon lebih dari 300 orang per
harinya.

Baca juga : Kawanan Perampok Bergolok Satroni Alfamart Ciamis, Rp20 Juta Berhasil Digondol

Anggota Tagana Kabupaten Ciamis Dede Saepuloh menjelaskan di Posko Perbatasan
Panawangan-Majalengka, pemudik yang masuk ke Ciamis rata-rata 50 orang.
Semua didata dan dicek suhu tubuh. Kendaraannya juga disemprot.

“Upaya kami menjalankan protap saja. Semoga dengan banyaknya pemudik tidak
membawa sumber penyakit, namun semoga mereka sehat semuanya,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.