130 Santri Ponpes Cipasung Tasikmalaya Sembuh dari Corona

244
0
SEMBUH. Ratusan santri Pondok Pesantren Cipasung yang terpapar Covid-19 sudah dinyatakan sembuh, Senin (19/10). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
SEMBUH. Ratusan santri Pondok Pesantren Cipasung yang terpapar Covid-19 sudah dinyatakan sembuh, Senin (19/10). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung yang sempat terpapar Covid-19 akhirnya dinyatakan sembuh setelah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, Senin (19/10).

Pihak pesantren pun menyatakan bahwa para santrinya yang terpapar Covid-19 ini pada umumnya tidak memiliki gejala atau berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan kebanyakan berasal dari luar daerah.

Ketua Relawan Covid-19 Ponpes Cipasung Hariyadi Ahmad Satari mengungkapkan, secara umum data keseluruhan santri, pengurus dan dewan guru positif terpapar Covid-19 dari hasil swab massal yang dilaksanakan di internal pesantren mencapai 340 orang.

Menurut dia, sebanyak 130 orang santri yang sudah melakukan isolasi mandiri di gedung yang disiapkan oleh pesantren sudah dinyatakan sembuh dan setelah di rapid test serta swab hasilnya negatif. Sisanya masih menjalani isolasi mandiri.

Dia menambahkan, para santri tersebut sudah diperbolehkan pulang ke rumah atau daerah asalnya masing-masing dan diberikan surat pengantar sembuh dari rumah sakit.

“Kami minta masyarakat kalau ada santri Cipasung pulang jangan dikucilkan. Mereka sudah sembuh dan negatif. Memang sebaiknya bisa melanjutkan lagi isolasi mandiri di rumahnya,” ungkap Hariyadi kepada Radar, kemarin.

Baca juga : Rombongan Mayasari Peduli Kunjungi Korban Bencana Alam di Karangnunggal & Bantarkalong Tasik

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Mohamad Zen menambahkan, bahwa ada beberapa pesantren di Kabupaten Tasikmalaya yang santrinya terpapar positif Covid-19, termasuk di Cipasung.

“Tidak hanya satu pesantren ada beberapa pesantren, untuk datanya ada ratusan yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun sudah berangsur sembuh,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 ini.

Dia menjelaskan, pada umumnya kebanyakan kasus terkonfirmasi positif ini merupakan santri yang tidak memiliki gejala. Mereka yang terkonfirmasi positif tanpa gejala, akhirnya menjalani isolasi mandiri di pondok pesantren.

Jadi, tambah dia, selain melibatkan pemerintah daerah, satuan tugas Covid-19 di internal pondok pesantren juga turut andil dilibatkan dalam perawatan santri di lingkungan pondok.

“Jadi yang OTG ini tidak dirawat di rumah sakit. Dia dibiarkan isolasi mandiri di lingkungan pesantren, agar tidak stres dan tidak turun imunnya. Kecuali yang bergejala kita bawa ke rumah sakit,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.