14 Hektare Tanaman Padi Puso

108
0

CIPEDES – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 14 hektare tanaman padi puso akibat kekeringan.

Koordinator Fungsional Pertanian Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Tata Supriatna mengatakan, sampai saat ini pihaknya mencatat ada 14 hektare tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen. “Itu terdapat di Kecamatan Bungursari dan Cibeureum,” katanya kepada Radar, Senin (22/7).

Hasil pemantauan di lapangan, tanaman padi yang puso itu, merupakan sawah irigasi tersier, tetapi karena kondisi airnya tidak mengalir tidak ada air. Bahkan, tidak ada sumber air yang bisa dijadikan alternatif untuk mengairi sawah, walau peralatan ada. “Kondisinya tanaman padi itu umur 36-45 hari setelah tanam,” ujar Tata.

Menurut dia, dilihat dari data yang pihaknya miliki sampai saat ini tanaman padi yang berat mengalami kekeringan ada 80 hektare, sedang 59, ringan 89 hektare dan 14 hektare yang puso. “Pokonya ada sekitar kurang lebih 200 hektare yang mengalami kekeringan pada musim kemarau sampai 15 Juli ini,” tutu dia.

Dengan begitu, pihaknya melalui petugas pertanian terus melakukan antisipasi tanaman padi yang kekeringan itu, seperti melakukan penyedotan air. “Itu terus kami antisipasi,” kata dia.

Sementara, petani asal Kecamatan Tamansari Dedeh (47) mengatakan tanaman padi miliknya gagal panen karena tidak terairi. Ia pun rugi setelah sebelumnya mengeluarkan biaya untuk proses pengolahan sawah hingga tanam. Saat ini tanaman padinya sudah mulai berbuah namun sebagian tanaman padinya sudah mati karena kekeringan. “Semua tanaman padi milik saya gagal panen,” kata dia.

Saat ini, dia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, karena tidak ada solusi untuk bisa mengairi tanaman padinya yang saat ini membutuhkan air. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.