14 Tahun Vakum, MTQ Kembali Dibangkitkan

147
0
ISTIMEWA BANGKIT KEMBALI. Peserta sedang mengikuti lomba MTQ Kecamatan Pamarican, Rabu (19/6). MTQ di kecamatan ini sudah vakum sejak 14 tahun lalu.
Loading...

PAMARICAN – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Pamarican membangkitkan kembali lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) pada Rabu (19/6). MTQ ini sudah vakum sejak 14 tahun lalu.

MTQ tersebut dimeriahkan karnaval yang diikuti oleh 211 peserta dari 14 desa di Kecamatan Pamarican. Adapun pelaksanaan MTQ diselenggarakan di tiga lokasi yakni Pondok Pesantren Ihya Ulumudin, Aula Desa Pamarican dan Gedung Dakwah Kecamatan Pamarican.

Ketua LPTQ Kecamatan Pamarican Ahmad Ruhmani menerangkan, pada MTQ kali ini ada berbagai macam lomba seperti murotal, kaligrafi, tahfiz dan lain sebagainya. Peserta MTQ berasal dari 14 desa yakni Sukamukti, Sukajadi, Sidaharja, Kertahayu, Sukahurip, Bangunsari, Pamarican, Sidamulih, Mekarmulya, Neglasari, Margajaya, Sukajaya, Pasirnagara dan Banjarsari. “Semua tingkatan anak-anak, remaja dan pemuda juga ikut dalam acara ini sehingga bersyukur dari berbagai dukungan acara yang dilaksanakan sukses,” tutur dia kepada Radar, Rabu (19/6).

Setelah 14 tahun vakum, Ahmad berharap MTQ kali ini bisa memunculkan peserta yang berprestasi untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Ciamis. Diharapkan, kegiatan tersebut juga melahirkan generasi penghafal Alquran dan qari andal. “Kami berharap setiap tahun bisa melaksanakan MTQ dan mempertahankan, tidak sampai vakum lagi sampai 14 tahun,” ujar Ahmad yang juga sebagai Sekretaris Kecamatan Pamarican.

Dia juga berharap setiap desa bisa kompak dalam mengikuti lomba MTQ. Bila potensi generasi muda terus digali, maka akan lahir penghafal Alquran dari Kecamatan Pamarican. “Kami akan terus menjaganya sejak sekarang untuk terus bisa mengirimkan anak-anak, muda dan mudi dari Kecamatan Pamarican ke tingkat Kabupaten Ciamis,” tutur dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.