146 Rumah Retak

62
0
RETAK. Pemerintah Kecamatan Puspahiang dan relawan BPBD mengecek rumah retak akibat pergerakan tanah, Rabu (4/12). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

PUSPAHIANG – Sebanyak 146 rumah di Kampung Singajaya, Cigadung, Burujul dan Jajaway Desa Pusparahayu Kecamatan Puspahiang retak yang diakibatkan pergerakan tanah, Rabu (4/12).

Wulandari (27), warga Kampung Burujul RT/RW 03/04 Desa Pusparahayu mengatakan, awalnya turun hujan dengan intensitas besar dan lama yang memicu pergerakan tanah serta mengakibatkan dinding rumah retak.

“Retakan seperti ini memang sudah sering terjadi, tetapi kecil. Namun, untuk saat ini retakannya semakin parah, sampai lantai keramik pun retak,” ujarnya.

Walaupun rumah banyak yang retak, kata dia, keluarganya belum memikirkan untuk mengungsi. “Ya sejauh ini masih ditempati, sambil was-was takut roboh, tapi kalau hujannya besar dan lama, pasti pindah dulu ke rumah saudara atau mertua yang aman,” katanya.

Ketua Relawan BPBD Kecamatan Puspahiang Didin Wahidin mengatakan, penyebab terjadinya pergerakan tanah dipicu hujan dengan intensitas tinggi, sehingga tanah yang awalnya kering menjadi labil dan mengalami pergerakan.

“Bisa juga karena gempa dipicunya, tetapi tidak sekuat ketika hujan turun deras. Kita imbau masyarakat ketika hujan besar dengan waktu cukup lama untuk mengungsi ke rumah saudara atau kerabat yang lebih aman,” katanya, mengimbau.

Kasium Polsek Puspahiang Bripka Andriana menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan kecamatan dan desa termasuk relawan BPBD meninjau lokasi ke rumah-rumah terdampak pergerakan tanah.

“Kita sebagai muspika membantu masyarakat yang terdampak pergerakan tanah, juga ikut memantau dan mengecek lokasi jika terjadi kerusakan yang lebih parah,” kata dia.

Camat Puspahiang Zalkaf Drasma menjelaskan, setelah dilakukan pendataan ada 146 rumah rusak dan retak pada bagian dinding dan lantainya. “Yang retak lebarnya ada sekitar tiga centimeter. Kita juga sudah tentukan titik koordinat, untuk tempat mengungsi yang aman bagi warga ketika hujan intensitas tinggi yang lama,” paparnya.

Zalkaf pun sudah menyampaikan data kerusakan rumah tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya untuk disampaikan lagi kepada bupati Tasik agar ada penanggulangan dan pengamanan bagi warga terdampak.

“Kita imbau kepada masyarakat ketika hujan turun untuk waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman dan sudah ditentukan titik koordinatnya. Karena fenomena alam tidak bisa diprediksi,” kata dia.

Kades terpilih dalam Pilkades Pusparahayu Rahmat Nugraha mengatakan pihaknya sudah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika musim penghujan. “Karena harus diketahui, tekstur tanah di Desa Pusparahayu termasuk tanah merah dan labil, sehingga ketika kemarau panjang lalu diguyur hujan besar, pergerakan tanah bisa terjadi,” kata dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.