15.000 Ranmor Di Banjar Nunggak Pajak

18
OPERASI. Anggota Polres Banjar memeriksa surat-surat kendaraan pemotor dalam operasi KTMDU Selasa (27/11).

BANJAR – Sebanyak 15 ribu pemilik kendaraan bermotor di Kota Banjar masih menunggak pajak kendaraan bermotor. Data itu diungkapkan Kasi Dapen UPT Pengelolaan Pajak dan Pendapatan Wilayah Kota Banjar Haris Gunaris saat menggelar operasi gabungan penunggak pajak bersama kepolisian, Subdenpom dan Dinas Perhubungan Kota Banjar.

“Ini merupakan kegiatan rutin tiga bulan sekali yang dilaksanakan oleh UPT Pengelolaan Pajak dan Pendapatan Wilayah Kota Banjar bekerja sama dengan pihak Polri dengan tujuan untuk mengurangi penunggak pajak di Kota Banjar,” kata Haris Selasa (27/11).

Dalam operasi gabungan di Parungsari Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja itu sebanyak 11 kendaraan langsung membayar pajak di tempat. “Hasilnya yang telah membayar pajak langsung di tempat roda 2 sebanyak 10 kendaraan dan roda 4 ada 1 kendaran. Untuk jumlah uang yang dibayar oleh penunggak pajak dalam operasi hari ini (kemarin, Red) sekitar Rp 6,8 juta lebih,” jelas dia.

Sementara itu, terang dia, 15 ribu kendaraan yang menunggak pajak itu jumlahnya menurun dibanding tahun lalu. “Di akhir tahun ini kami menargetkan penunggak pajak bisa turun 30-40 persen. Mudah-mudahan masyarakat Banjar semakin tepat waktu dan taat dalam membayarkan pajaknya,” kata dia.

Selain operasi gabungan, pihaknya juga melaksanakan operasi intensifikasi kendaraan tidak melaksanakan daftar ulang (KTMDU) bekerja sama dengan kelurahan atau desa dan kecamatan se-Kota Banjar. ”Tujuannya untuk menekan angka penunggakan dengan mengoptimalisasi door to door,” katanya.

Kanit Regident Polres Banjar IPTU Zazid mengatakan pelanggaran dalam operasi KTMDU ini bervariatif. “Kami dari kepolisian hanya mengedepankan untuk Gakum (penegakan hukum)-nya sesuai dengan kapasitas kita. Jika ada pelanggaran tindak dengan tilang,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.