1,5 Juta Pengunjung, Perputaran Rp 150 M

1156
0

PANGANDARAN – Jumlah pengunjung objek wisata Pangandaran mengalami lonjakan mencapai 1,5 juta wisatawan setelah ada penataan. Bahkan perputaran uang bisa mencapai 150 miliar.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menerangkan tahun lalu jumlah pengunjung hanya mencapai 700 ribu orang. Tahun ini setelah ada relokasi para pedagang di pesisir pantai mengalami lonjakan tajam mencapai 1,5 juta orang.

“Dan ada perputaran uang yang mencapai Rp 150 miliar,” tuturnya kepada Radar.

Sejak awal, terang dia, penataan pedagang lima bulan lalu itu bukan bertujuan untuk menyengsarakan pedagang. Tetapi untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan jumlah pengunjung.

“Nantinya secara otomatis akan menyejahterakan pedagang dan masyarakat Pangandaran,” ungkapnya.


Menghadapi libur Lebaran, Jeje mengingatkan kepada pedagang untuk mematuhi komitmen yang disepakati bersama. Yakni menjaga kenyamanan para wisatawan. Pihaknya akan bertindak tegas kepada para pedagang yang tidak memakai rompi. Pedagang juga dilarang berjualan memakai mobil.

“Saya menemukan masih ada yang pakai mobil,” ujarnya.

Sementara itu, para pelaku usaha di Pantai Pangandaran sudah menandatangani komitmen tentang aturan berjualan menjelang liburan Idul Fitri tahun ini di Islamic Centre dua hari lalu.

Komitmen tersebut merupakan penegasan dari apa yang sudah disepakati dengan Pemkab Pangandaran sebelumnya.

”Ada yang sudah menjalankan komitmen dan ada juga yang belum. Di sini kita ingin menegaskan apa yang sudah pernah kita setujui. Sekarang ini ada 1.700 pengusaha yang hadir,” ungkap Asda II Setda Pangandaran Apip Winayadi saat memberikan sambutan di Islamic Centre.

Ia menyebutkan bahwa penegasan komitmen bersama tersebut agar menciptakan Pangandaran aman dan nyaman bagi para wisatawan.

“Sehingga para wisatawan jadi betah, kita harus mengubah perilaku dan menyadari bahwa Pangandaran merupakan daerah pariwisata,” ungkapnya.

Komitmen tersebut ditandatangani oleh semua pengusaha mulai dari pedagang asongan, rental ban, renang dan bugi, water sport dan mobil gowes. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.