15 Keluarga di Kota Tasik Jadi Pasien Positif Covid-19

4315
0
PANTAU ALAT. Pemerintah Kota Tasikmalaya akhirnya memiliki alat PCR yang tersedia di Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

TASIK – Klaster keluarga menjadi penularan yang paling dikhawatirkan karena berdampak cukup fatal. Tetapi, sayangnya manfaat protokol kesehatan (prokes) masih belum dipahami oleh sebagian masyarakat.

Banyaknya pelanggaran protokol kesehatan dan peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya menjadi bukti, sebagian warga masih mengabaikan anjuran pemerintah.

Baca juga : Lab Khusus Swab Test PCR di Kota Tasik Segera Terealisasi

Padahal perilaku hidup sehat, bukan semata untuk diri sendiri, tapi juga bisa menyelamatkan keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat menyebutkan pihaknya mencatat ada 15 klaster keluarga. Dari 15 klaster tersebut, tercatat ada 42 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Satu tertular di luar, pas pulang menularkan ke orang rumah,” ujarnya kepada Radar, Kamis (15/10).

Loading...

Untuk orang yang punya imunitas kuat apalagi tidak punya riwayat penyakit yang berat, kata Uus, memang bisa aman. Meskipun saat dicek hasilnya positif, dia hanya akan menjadi pasien tanpa gejala.

“Dan bisa sembuh sendiri dengan daya tahan tubuhnya,” ujarnya.

Namun pasien tanpa gejala ini, sambung Uus, yang paling dikhawatirkan oleh Satgas Covid-19.

Tanpa disadari bisa menularkan ke orang yang imunitasnya rendah atau punya penyakit bawaan. “Kalau terlambat ditangani ya beberapa kasus pasien meninggal dunia,” terangnya.

Kelompok yang paling rawan untuk tertular yakni penghuni rumah atau keluarga. Karena kontak antar intensitas melakukan kontak di dalam rumah lebih sering. “Akhirnya muncul lah klaster keluarga yang saat ini ada 15 klaster,” katanya.

Maka dari itu, seluruh masyarakat patut menjalankan protokol kesehatan baik di dalam maupun di luar rumah.

Bukan hanya untuk diri sendiri, namun untuk keluarga yang dicintai. “Jangan sampai kita yang mengabaikan protokol kesehatan, keluarga kita yang menanggung akibat,” tuturnya.

Tetapi untuk masyarakat yang sudah terlanjur terkonfirmasi positif tidak perlu terlalu khawatir. Sebab peluang kesembuhan cukup besar asalkan sesegera mungkin ditangani.

“Alhamdulillah banyak juga yang sembuh dan bisa keluar dari ruang isolasi,” tuturnya.Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya sampai hari Kamis (15/10), tercatat 329 kasus positif Covid-19 dengan 113 pasien aktif.

Jumlah pasien aktif mengalami penurunan yang signifikan karena ada 46 yang dinyatakan sembuh.

Baca juga : Pelayanan RSUD Kota Tasik Kembali Normal Pekan Depan

Pasien-pasien yang sembuh tersebut, lanjut Uus, didominasi oleh klaster santri. Namun ada juga dari klaster keluarga yang hasil pemeriksaannya sudah negatif.

“Kebanyakan santri yang pulang, tapi ada juga dari klaster lain,” tuturnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.