15 Rumah di Kampung Sawah Garut Diterjang Longsor, Seluruh Warga Ngungsi

45
0
Istimewa LONGSOR. Tebing di Kampung Sawah Jeruk Desa Sukamulya Kecamatan Talegong longsor Kamis (3/12). Akibatnya 15 rumah rusak.
Loading...

TALEGONG – Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Garut mengakibatkan tebing setinggi ratusan meter di Kampung Sawah Jeruk Desa Sukamulya Kecamatan Talegong longsor, Kamis (3/12). Akibat kejadian tersebut, sebanyak 15 rumah rusak diterjang longsor dan puluhan rumah lainnya terancam.

“Yang sudah terkena longsor itu ada 15 rumah dan kondisinya rusak parah. Selain itu ada 40 rumah yang terancam juga,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, kemarin. Longsor yang terjadi cukup besar dengan tinggi 400 meter dan panjang 500 meter.

Helmi menerangkan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian itu. Pasalnya kejadian longsor itu sudah diprediksi warga, sehingga ketika longsor besar datang kondisi rumah sudah kosong.

Baca juga : Pemkab Garut Siapkan Rp40 M untuk Guru Lolos PPPK

“Sekarang warga yang rumahnya terkena longsor maupun yang terdampak sudah diungsikan di SMPN 1 Talegong yang jadi titik pengungsian,” ujarnya. Total ada 55 kepala keluarga yang mengungsi.

Loading...

Menurutnya, semua warga sudah diminta agar tak kembali ke rumahnya. Sebab pergerakan tanah masih terus terjadi. Ditambah hujan masih mengguyur Kabupaten Garut.
Sementara itu, dia menyebut ancaman longsor sudah terjadi sejak tiga hari lalu.

Sejak tanda longsor terlihat, lanjut Helmi, Muspika Kecamatan Talegong meminta warga mengungsi. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa berkat kesigapan Muspika dan masyarakat juga taat,” katanya.

Data rumah yang terancam, diakui Helmi bisa terus bertambah karena masih terjadi pergerakan tanah.

Pihaknya juga terus mewanti-wanti agar masyarakat bisa menjaga keselamatan diri.
Selain longsor, jalan provinsi di dekat lokasi longsor juga amblas. Material longsor belum bisa dibersihkan akibat masih berbahayanya lokasi kejadian.

“Logistik untuk pengungsi akan kami sediakan. Termasuk fasilitas kesehatannya. Lokasi SMP dipilih karena juga dekat dengan Puskesmas,” ucapnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.