16 Ibu Hamil Warga Kota Tasik Positif Covid-19, yang Baru Melahirkan Bayinya Langsung Dipisah

231
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

TASIK – Saat ini, RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menangani belasan ibu melahirkan dengan status positif Covid-19. Pasien tersebut, kemudian langsung menjalani isolasi usai proses melahirkan baik secara normal maupun dengan operasi sesar.

Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo, H Dudang Erawan Suseno mengatakan hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap ibu yang hendak melahirkan. Sebab prosedurnya, setiap pasien yang masuk RSUD harus di-screening terlebih dahulu.

“Hasilnya ada beberapa ibu hamil yang positif Covid-19,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (27/12).

Sejak awal pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya, kata Dudang, tercatat ada 16 ibu melahirkan yang langsung diisolasi. Mereka terpaksa dipisahkan dulu dari buah hatinya untuk mencegah penularan karena bayinya negatif Covid-19. “Sekarang masih ada dua lagi yang ditangani,” terangnya.

Baca juga : 2 Motor Adu Bagong di Sutsen Kota Tasik, Pemuda Warga Cibeureum Tewas

Loading...

Bayi yang lahir dengan kondisi sehat, lanjut Dudang, langsung dibawa pulang oleh keluarganya. Namun untuk bayi yang perlu penanganan khusus dilakukan perawatan terlebih dahulu sampai kondisinya stabil. “Misal perlu ditempatkan dulu di tabung inkubasi, ya kita tidak langsung pulangkan,” ujarnya.

Namun demikian, tambah Dudang, dari kasus-kasus yang terjadi bayi lahir dengan kondisi negatif Covid-19. Lalu apakah Covid-19 memang tidak menular dari ibu kepada bayi yang dikandung, pihaknya tidak bisa memastikannya. “Ya kehendak Allah SWT, yang jelas mereka negatif,” tuturnya.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih terus bertambah. Jumlah total kasus positif sudah tembus angka 2.000 lebih, tepatnya 2.069 dari berbagai kluster seperti kluster keluarga, perkantoran, perjalanan dan pesantren.

Sedangkan pasien aktif mulai kembali menurun sampai 958 orang. Sampai Minggu (27/12) mereka masih diisolasi baik di fasilitas pemerintah maupun secara mandiri.

Sehingga, tim operasi Satgas Penanganan Covid-19 pun terus melakukan penertiban kerumunan di sejumlah kawasan. Diantaranya kawasan Dadaha yang setiap Minggu banyak dikunjungi warga berolahraga.

Melalui pengeras suara, petugas “mengusir” mereka dari kawasan Dadaha karena pusat olahraga itu sementara ditutup.
Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha Dadi Sopardi mengatakan setiap hari melakukan penertiban. Namun ada saja warga yang datang untuk berolahraga setiap hari. “Yang nakal ada saja, tapi setiap hari kita tertibkan,” terangnya.

Dia berharap masyarakat khususnya yang bisa berolahraga di Dadaha agar bisa paham. Pihaknya melakukan tersebut demi mencegah penularan Covid-19 sebagaimana anjuran pemerintah kota. “Tapi sulit juga menyadarkan warga untuk disiplin,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.