16 Pegawai & Pejabat Disdukcapil Kabupaten Tasik Positif Covid-19

98
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

SINGAPARNA – Sebanyak 16 pegawai dan pejabat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (13/1).

Sebelumnya ada satu orang pegawai yang terpapar Covid-19, kemudian setelah dilaksanakan uji swab massal pada Senin (11/1) dan hasilnya diketahui 15 dinyatakan positif.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan, awalnya ada satu orang pegawai di Disdukcapil yang positif terpapar Covid-19.

Kemudian, gugus tugas menindaklanjuti dengan pelaksanaan swab dan rapid test terhadap sekitar 100 lebih pegawai dan pejabat di Kantor Disdukcapil yang kontak erat, Senin (11/1). Setelah keluar hasilnya, diketahui ada 15 orang yang hasilnya positif Covid-19.

“Sisanya kebanyakan dari pegawai dan pejabat Disdukcapil hasilnya negatif. Maka untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 meluas di dinas tersebut, pelayanan dokumen kependudukan di tutup untuk sementara waktu,” ujarnya kepada Radar, Rabu (13/1).

Bahkan, kata dia, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya bersama Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Muksin, terkait prosedur dan tindak lanjut untuk penutupan sementara pelayanan di Disdukcapil.

“Karena ini merupakan dinas pelayanan publik yang langsung melayani masyarakat mengurus dokumen kependudukan maka ditutup sementara. Apalagi dikhawatirkan bisa saja penyebarannya terjadi saat pelayanan dan kontak dengan masyarakat dari mana-mana,” papar dia.

Baca juga : Awal Februari, 4.000 Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Tasik

Menurut dia, para pegawai dan pejabat Disdukcapil yang terpapar Covid-19 ini sesuai protokol kesehatan harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan tidak bertugas dulu setelah selesai isolasi.

Termasuk kantor Disdukcapil pun disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran.

Dia menambahkan, sementara itu, bagi para pegawai dan pejabat lainnya yang hasil swab atau rapid test negatif Covid-19, tidak harus isolasi mandiri, setelah tiga hari, kemudian pelayanan di kantor dibuka kembali. Sehingga sudah bisa kembali bekerja.

“Jadi pelayanan nanti tetap bisa dibuka, karena masyarakat membutuhkan pelayanan dokumen kependudukan. Artinya kluster atau penyebaran Covid-19 di tempat atau dinas pelayanan publik yang menimpa ASN patut diantisipasi apalagi langsung kontak dengan masyarakat,” tambah dia.

Pada intinya, tambah dia, penerapan protokol kesehatan di mana pun, termasuk di dinas-dinas pelayanan harus diperketat agar penyebaran Covid-19 tidak mudah terjadi. Namun, memang diakui untuk dinas pelayanan seperti puskesmas yang langsung melayani masyarakat tidak bisa diprediksi penularannya.

“Puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya sendiri bahkan sudah ada 20 ditutup sementara karena ada salah satu petugas medis atau tenaga kesehatannya terpapar Covid-19,” terang dia.

Maka dari itu, ungkap dia, pemerintah daerah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya dengan vaksinasi akan dioptimalkan. Makanya vaksin ini untuk menjaga tidak terjadi penularan.

“Kita upayakan bisa dilakukan sebanyak 70 persen untuk pelaksanaan vaksin di Kabupaten Tasikmalaya. Prioritasnya tenaga medis, ASN, TNI/Polri dan masyarakat lainnya,” tambah dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.