16 Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Wilayah Garut

17

GARUT KOTA – Ada sebanyak 16 perlintasan sebidang kereta api di wilayah Garut yang belum dipasang palang pintu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut Suherman.

“Dari 16 titik ini, hampir semuanya membahayakan masyarakat dan pengguna jalan,” ujar dia saat ditemui di Gedung Pendopo Garut Kamis (29/11).

Perlintas kereta api tanpa palang pintu ini tersebar di enam kecamatan yakni Cibatu, Kadungora, Leles, Malangbong, Kersamanah dan Leuwigoong.

Dari total tersebut, kata dia, ada salah satu titik perlintasan sebidang yang sering terjadi kecelakaan, yakni Bangbayang di Desa Karangmulya, Kadungora. Di perlintasan ini banyak kendaraan yang terus melaju saat kereta melintas.

“Pengendara tak sadar kalau ada kereta. Perlintasan itu, baik dari arah Kadungora dan Cijapati ada setelah tikungan. Apalagi kalau orang luar, pasti tak tahu kalau ada perlintasan kereta,” ucapnya.

Awal 2019, terang dia, Dishub Provinsi Jawa Barat akan memasang pintu perlintasan di Bangbayang. Perlintasan yang berada di jalur Kadungora-Cijapati itu merupakan jalan provinsi.

“FS (fisibility study)-nya sudah ada. Awal 2019 dikerjakan sama provinsi,” ujarnya.

Suherman menambahkan kendala untuk memasang pintu perlintasan, karena belum ada persetujuan lahan dari PT KAI. Nantinya petugas pintu perlintasan berasal dari pegawai Dishub Garut.

“Kesulitannya dulu tidak ada tempat untuk ruangan. Sekarang sudah ada pemberian lahan oleh PT KAI,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.