160 PNS Baru Wajib Jadi Warga Pangandaran

98
0
ISTIMEWA. DILANTIK. Ratusan CPNS tahun 2018 dilantik, sebanyak 10 persen diantaranya berasal dari luar daerah belum lama ini.
ISTIMEWA. DILANTIK. Ratusan CPNS tahun 2018 dilantik, sebanyak 10 persen diantaranya berasal dari luar daerah belum lama ini.

PANGANDARAN – Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru dilantik beberapa waktu lalu, 10 persennya berdomisili di luar Kabupaten Pangandaran.

Kepala Badan Kepegawaian dan Penegambangan Sumber Daya (BKPSDM) Kabupaten Panganadaran Dani Hamdani menuturkan dalam kontrak di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), bahwa seorang pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh pindah selama 10 tahun dari tempatnya mengabdi.

“Aturan ini sudah ada sejak dulu, cuma durasinya berbeda, kalau dulu itu hanya 8 tahun, sampai hanya 5 tahun saja,” tuturnya kepada Radar, Minggu (12/7).

Baca Juga : Akademi Persib Punya 20 Kiper Baru dari Tasik, Banjar & Pangandaran

Menurutnya, dengan kewajiban tersebut, PNS baru dilantik yang berasal dari luar daerah wajib pindah domisili ke Kabupaten Pangandaran.

“Hal ini juga mengacu pada aturan yang  tercantum dalam UU Nomor  23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, bahwa  orang yang sudah tinggal selama 6 bulan atau lebih diharuskan pindah KTP, termasuk PNS,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, kepindahan ke Pangandaran juga akan membuat kinerja PNS lebih maksimal, karena mereka tidak perlu bolak balik ke luar daerah.

“Sebenarnya para PNS ini juga tidak perlu menunggu 6 bulan baru mengurus kepindahan, kalau tinggal 1 bulan mau pindah justru lebih bagus,” ucapnya.

Baca Juga : Gerak Cepat Atasi Corona, Pemkab Pangandaran Beli PCR Rp1,4 M

Lanjut dia, jika setelah 10 tahun tiba- tiba ada mutasi, maka pengurusan administrasi akan lebih mudah. “Jadi tidak usah khawatir, pengurusannya lebih mudah, apalagi sudah online,” jelasnya.

Menurut Dani, PNS yang sudah mengabdi cukup lama di Kabupaten Panganadaran, juga masih ada yang belum pindah ke Pangandaran. “Ya masih ada,” ungkapnya.

Lanjut dia, dengan pindah domisili dari tempat asal, rasa memiliki terhadap Kabupaten Pangandaran akan semakin kuat.

“Secara logikanya seperti itu, mereka berjuang di Pangandaran dan rasa memilikinya harus kuat,” tuturnya.

Sementara itu, untuk pelaksanaan  Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang sempat tertunda, Dani belum menerima informasi lebih lanjut.”Belum ada info lagi,” singkatnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.