17 Dewan Pengurus Etnis Berkumpul

59
0
KERUKUNAN. Pembina dan pengurus DPD FPK Kota Tasikmalaya berfoto bersama dalam halalbihalal di Rumah Makan Genah Calik Jalan Ir Juanda, Minggu (30/6).

INDIHIANG – Dewan Pimpinan Daerah Forum Pembauran Kebangsaan (DPD FPK) Kota Tasikmalaya melaksanakan halalbihalal bersama perwakilan 17 dewan pengurus etnis di Rumah Makan Genah Calik Jalan Ir Juanda, Minggu (30/6). Silaturahmi tersebut untuk menjaga keharmonisan antar-agama, suku, ras, etnis dan lainnya.

Ketua DPD FPK Kota Tasikmalaya Gideon Sugiono menyatakan, silaturahmi merupakan bentuk persatuan dan menjadi kunci untuk mewujudkan kondisi bangsa yang damai, berpikiran maju, mendukung investasi dan pembangunan. Dengan interaksi itu pemahaman kebangsaan dan saling menghormati akan terwujud sehingga tercipta kerukunan, keguyuban dan kerja sama.

“Jika etnis satu lidi mudah untuk dipatahkan, sedangkan bergabung susah. Itu semua bentuk Bhineka Tunggal Ika dalam wadah NKRI untuk mencapai kedamaian dan kesejahteraan,” tutur dia mengumpamakan.

Pembina DPD FPK Kota Tasikmalaya Utawijaya Kusumah menerangkan, Indonesia lahir dari berbangsa-bangsa, bersuku-suku, ras dan etnis. Oleh karena itu, FPK pun berperan dalam menjaga kemajemukan etnis. “Pembauran kebangsaan merupakan bagian penting dari kerukunan antaretnis dan upaya dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sehingga perlu diselenggarakan forum pembauran kebangsaan seperti ini,” kata dia.

Menurut dia, pemuka adat, suku, etnis dan masyarakat setempat dapat menyampaikan pesan kebhinekaan dengan kemajemukannya. “Pancasila sebagai dasar negara, NKRI merupakan keragaman adat, budaya, suku dan keyakinan dan Undang-Undang 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia,” ucapnya.

Kepala Seksi Hubungan Antarlembaga Jujun Junaedi S SIP MSi mewakili Ketua Dewan Pembina DPD FPK sekaligus Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf menyatakan, dalam upaya menjaga serta memelihara keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa juga tetap tegaknya kedaulatan NKRI dalam bingkai bhineka tunggal ika diperlukan komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat modern dan demokratis.

“Kemajemukan ini diapresiasi sebagai sunatullah sehingga pemerintah menyelenggarakan pembauran kebangsaan bahwa dengan masyarakat majemuk memiliki budaya, ras, suku, dan etnik,” kata dia. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.