17 Tokoh Berebut Kursi Ketua Baznas Kota Tasik

76
0
ist TES. Para kandidat ketua calon ketua Baznas Kota Tasikmalaya mengikuti seleksi, Rabu (6/1).
Loading...

CIHIDEUNG – Sebanyak 17 tokoh di Kota Tasikmalaya berebut kursi Ketua Baznas. Penentuan siapa yang terpilih akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Ke -17 tokoh tersebut yakni Acep Suryana, Ahmad Zaki Mubarok, Asep Rizal Asy’ari, Atang Muttaqin, Ayi Bubarok, Didin Sujani, Dodo Murtado, Edi Supriadi, Heri Hendriana, Irvan Hilmi, Mamad, Mangun Rusnaya, Muhammad Hamim, KH Aminudin Busthomi, M Kharuddin Yasin, Nasihin, Udin Zaenudin dan Ujang Hidayatuloh.

Ketua Baznas Bidang Kesekretariatan, H Cecep Nurholis MPdi mengatakan total ada sebanyak 18 kandidat yang mendaftar. Namun satu kandidat mengundurkan diri yakni Heri Hendriana dengan alasan yang tidak bisa disebutkan.

Baca juga : Helmi Pantau Penerapan Prokes di Perkotaan Garut

“Alasannya ya personal peribadi,” ujarnya kepada Radar, Kamis (7/1).

Loading...

Dengan begitu kandidat yang diseleksi oleh panitia yakni 17 orang. Mereka sudah menjalani tes lisan dan tulisan di Hotel City pada Rabu (6/1) kemarin. “Pelaksanaan tes sudah dilaksanakan dan selesai dalam sehari,” ujarnya.

Tes dilakukan olah tim seleksi yakni Ir Abu Mansyur, Prof Kartawan, H Usep Saepudin Muhtar, Dr Achef Zony dan H Udin Sadudin.

Beberapa hal yang ditanyai yakni berkaitan dengan Fikih zakat, regulasi zakat, Kebijakan daerah tentang zakat, strategi dan inovasi yang dimiliki serta rencana program kerja.

Ada pun hasil tes tersebut, akan dibahas melalui rapat pleno pekan depan. Rapat tersebut akan mengkaji 10 peserta yang paling berkompeten untuk menjadi pengurus Baznas. “Tentunya akan dipilih siapa yang paling berkompeten dan layak di Baznas,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, peserta yang mendaftar untuk ketua Baznas tersebut yakni 20 orang. Akan tetapi dua diantaranya tidak dicoret karena batasan usia yang masih di bawah 40 tahun.

Cecep menyebutkan bahwa seleksi administratif tersebut merupakan salah satu proses yang tidak bisa dihindari.

Selain batasan usia 40 tahun, peserta juga tidak boleh berstatus pengurus atau anggota sebuah partai politik. “Tidak boleh dari parpol, PNS pun kalau memang terpilih harus cuti,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.