17 Warga Kawali Ciamis Keracunan Makanan Hajatan, Ibu & Bayi Dirawat, 1 Mati

139
0
radartasikmalaya
Ibu dan Bayinya korban keracunan makanan di Desa kawali Ciamis, Selasa (05/01/21). iman s rahman/ radartasikmalaya.com
Loading...

CIAMIS – Sebanyak 17 warga warga Dusun Cibiru Desa/Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, keracunan, diduga dari makanana hajatan.

1 warga meninggal dunia. Para korban lainnya hingga saat ini masih dirawat di Puskesmas Kawali, Selasa (5/1). Bahkan ada ibbu dan bayinya yang jadi korban keracunan.

Kepala Puskesmas Kawali, Nur Kafrini mengatakan, pada hari Sabtu (2/1) pihaknya menerima informasi banyak warga di Dusun Cibiru mengalami muntah-muntah, pusing dan diare.

Dari awal kejadian itu, pihaknya segera menindaklanjuti, dengan menurunkan petugas ke lokasi kejadian, guna memeriksa informasi tersebut.

“Setelah dicek, ternyata benar, banyak warga yang mengalami gejala sama, seperti mual, muntah dan buang air besar secara terus menerus, hingga menyebabkan lemas dan pusing,” papar Nur Kafrini kepada wartawan, Selasa (5/1) siang.

Loading...

Nur menambahkan, menelusuri ihwal penyebabnya keracunan tersebut.

Ternyata, kata dia, warga merasakan gejala tersebut sepulang dari hajatan.

Yakni, di Dusun Cibiru, hajat mulung mantu pada hari Sabtu (2/1).

“17 pasien dirawat di Puskesmas Kawali, kemudian yang sudah pulang 9 orang dan sisanya 7 orang sampai sekarang masih dirawat. Satu orang yang meninggal dunia bernama Iin,” ungkapnya.

Pasien yang meninggal dunia, ungkap Nur, mengalami gejala yang sama.

Bahkan, saat tiba di Puskesmas, kondisinya kesadarannya sudah menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

“Upaya kami sekarang menurunkan petugas kelapangan. Kami juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk kembali survei lokasi orang-orang yang datang ke tempat hajat tersebut,” paparnya.

Pengecekan ke lokasi itu, lanjut Nur, guna memastikan makanan yang santap seperti apa, serta pengolahannya.

“Yang masaknya disurvei serta wancara, serta mengambil data dan sampel makanan. Diantaranya ayam jujut atau yang sudah di suir, kentang mustopa dan capcay,” terangnya.

“Sejauh ini, mengenai penyebabnya masih dalam proses pemeriksaan,” sambungnya.

Ditambahkan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, Bayu Yudiawan, dari hasil penelusuran muncul dugaan, ternyata semuanya memberikan keterangan yang sama bahwa keluhan terjadi setelah mengkonsumsi makanan dari hajatan.

“Dari kejadian itu ada 1 orang yang meninggal dunia. Penyebab utama kematian pun belum bisa disimpulkan. Apakah keracunan atau bukan,” tandasnya.

Pihaknya masih penyelidikan epidemiologi dan pengumpulan evidence base dengan pemeriksaan 10 sampel makanan dan minuman.

“Kami juga melakukan pemeriksaan medis laboratoris,” tuntasnya.

(iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.