170 Ribu Pemudik Zona Merah Akan Masuk Garut

169
0
CEK KONDISI LAPANGAN. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman memantau cek poin di wilayah utara Garut,  Minggu (17/5). Yana Taryana/ Radar Tasikmalaya

GARUT KOTA – Menjelang Lebaran,  ribuan masyarakat Kabupaten Garut yang merantau di luar kota diprediksi akan pulang kampung. Sampai saat ini sudah ada 70 ribu warga yang mudik ke Garut.

“Perkirakan jumlah pemudik ke Garut totalnya sekitar 170 ribu. Sekarang yang sudah pulang 70 ribu. Jadi sekitar 100 ribuan lagi yang akan datang, “ ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman saat memantau cek poin di wilayah Utara Garut,  Minggu (17/5).

Baca juga : Peduli Sesama, Keturunan Tionghoa Garut Bagikan Ribuan Karung Beras

Menurut dia, diperkirakan 100 ribu pemudik ini akan datang ke Garut pada pekan ini.

Hal itu karena minggu ini merupakan puncak arus mudik. “Diperkirakan pekan ini pemudik mulai berdatang. Ini hasil evaluasi kita di zona biru, “ terangnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya pemudik, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta penyekatan terhadapa pemudik,  terutama yang berasal dari zona merah.

“Kita minta ke Gubernur agar tidak yang mudik pulang ke Garut, tapi kita antisipasi itu karena imbauan tidak mudik sudah kita sampaikan tapi tetap saja (banyak pemudik, Red),” tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya akan melakukan pengetatan di tiap cek poin, terutama di titik perbatasan Garut dengan daerah lain.

“Kita antisipasi di cek poin, kita akan perketat lagi, karena salah satu kasus reaktif dan positif juga ditemukan di cek poin salah satunya,” katanya.

Jika ada pemudik yang kedapatan reaktif, maka yang bersangkutan akan menjalani isolasi di RS Medina, sementara jika positif maka akan dirawat di RSUD dr Slamet Garut.

“Kita instruksikan yang mudik agar diperlakukan sesuai prosedur protokol kesehatan,” katanya

Ketika ditanya soal diperpanjang atau tidaknya PSBB di Kabupaten Garut, Helmi mengatakan pihaknya akan melakukan rapat evaluasi bersama Forkopimda.

“Evaluasi (PSBB, Red) tergantung besok (hari ini) bersama Forkopimda, kalau diperpanjang kita usulkan ke pak Gubernur, kalau tidak kita akan laporan juga,” katanya.

Baca juga : Agar Bisa Shalat Ied, MUI Garut Minta Pemkab Buka Status Covid-19 Tiap Wilayah

Meski belum begitu signifikan, namun penerapan PSBB memberi dampak terhadap pengurangan kerumunan orang di suatu tempat.

“Keramaian tetap terlihat apalagi di tempat belanja, tapi kalau dilihat dari lebaran ramadan kemarin  jumlah kunjungan ke Pengkolan (pusat belanja di perkotaan Garut, Red) tinggal 50 persen, kita tidak ingin lebih banyak lagi sehingga resiko penyebaran lebih tinggi lagi,” pungkasnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.