178.301 Hektar Karts Jadi ”Tangki Raksasa Air”

105
0

SINGAPARNA – Kabupaten Tasikmalaya memiliki 178.301 hektare kawasan karst. Itu tersebar di 24 kecamatan dan 172 desa. Saat ini kondisi daerah batuan kapur itu masih terjaga.

Menjaga kelestarian ratusan ribu hektare karts tersebut, Pemkab Tasikmalaya melakukan deklarasi bersama Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Deklarasi tersebut menyangkut perlindungan dan pengelolaan ekosistem karst secara lestari dan berkelanjutan.

“Deklarasi ini menjadi awal kerja sama kita dengan Kementerian LHK untuk mengelola dan menjaga kelestarian kawasan karst,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tasikmalaya Drs Bambang Alamsyah MM kepada wartawan di Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (18/1).

Nantinya, Pemkab akan mengatur kawasan karst ke pola rencana tata ruang wilayah daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Itu sebagai bahan pijakan dan pedoman dalam mengelola dan menata serta menjaga kawasan karst.

Kawasan karst akan dilindungi. Karena terdapat ekosistem hewan seperti kelelawar, walet dan tanaman di lingkungan tersebut.

Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) Ir Tandya Tjahjana MSc mengatakan kawasan ekosistem karst di Kabupaten Tasikmalaya harus dilestarikan dan dijaga. Karena karst adalah bagian dari ekosistem atau istilahnya tangki raksasa penyimpan air bawah tanah.

“(Karst) sebagai penyeimbang ekosistem tempat penyimpan air di bawah tanah dan hidupnya berbagai macam tumbuhan dan hewan seperti kelelawar,” ujarnya menjelaskan. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.