187 Rumah di Kota Tasik Rusak Terdampak Bencana

144
0
IST MENGECEK. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya H Ucu Anwar Mengecek rumah yang rusak akibat longsor di Kecamatan Cipedes beberapa waktu lalu.

KAWALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat ada 187 rumah yang rusak akibat bencana alam. Jumlah tersebut merupakan akumulasi kejadian dari awal Januari sampai akhir Oktober 2020.

Berdasarkan data BPBD, sepanjang tahun 2020 sampai bulan Oktober tercatat 114 kejadian bencana alam. Kejadian didominasi oleh cuaca ekstrem (angin kencang dan pohon tumbang) yang mengakibatkan 111 rumah rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H Ucu Anwar Surachman mengatakan dari segi jumlah memang didominasi oleh cuaca ekstrem. Namun untuk tingkat kerusakan paling berat rata-rata efek dari bencana longsor.

“Kebanyakan yang rusak berat itu karena longsor,” tuturnya kepada Radar, Jumat (30/10).

Setiap rumah yang terdampak bencana sudah dicek oleh petugas untuk menetapkan kategori kerusakan. Selanjutnya pihaknya merekomendasikan bantuan ke Pemkot. “Jadi yang memberikan santunan bukan BPBD, tapi bagian keuangan dari Pemkot,” katanya.

Adapun bantuan dari BPBD lebih kepada penanganan darurat, baik itu evakuasi warga atau pemasangan sarana yang dibutuhkan.

Juga kebutuhan dasar sehar-hari warga yang terdampak bencana. “Seperti suplai makanan dan bahan-bahan sembako,” tuturnya.

Baca juga : Stang Motor Senggol Bus, Istri Warga Cisayong Tasik Meninggal, Suami dan Anak Selamat

Meskipun jumlah bencana cukup banyak, tidak ada satu pun yang mengakibatkan korban jiwa.

Pasalnya BPBD selalu melakukan mitigasi dan memperingatkan warga khususnya di musim rawan. “Kalau luka ada, tapi tidak ada yang sampai meninggal dunia,” tuturnya.

Di masa cuaca yang tidak menentu ini, kata dia, potensi bencana alam cukup tinggi. Ditambah dampak el nino yang membuat panas dan hujan sulit untuk diprediksi. “Dan jangan mengira di masa pandemi ini aman dari bencana,” tuturnya.

H Ucu pun mengingatkan warga untuk senantiasa waspada khususnya di kawasan yang memang rawan atau biasa terjadi bencana. Terlebih ketika cuaca tergolong ekstrem, warga diminta mencari tempat aman. “Misal ikut dulu di tetangga yang rumahnya dinilai lebih aman,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.