19.183 Pemudik dari Zona Merah Masuk Pangandaran, Pemkab Tambah Posko Perbatasan

309
0
MENINJAU. Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata meninjau salah satu posko perbatasan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Desa Paledah Kecamatan Padaherang, Jumat (24/4). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat jumlah orang yang masuk pos perbatasan sebanyak 19.183 sejak 31 Maret-24 April 2020 untuk pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan setiap harinya.

“Setiap hari data yang masuk ke Pangandaran bertambah, saya mengimbau kepada warga Pangandaran saat ini yang sedang merantau jangan mudik dulu kalau sayang keluarga di rumah. Selanjutnya harus dapat mengikuti aturan pemerintah pusat atau aturan diberlakukan di zona itu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena kepada Radar, Jumat (24/4).

Baca juga : Pilkada Pangandaran, Jeje-Ujang Galang Koalisi dengan 5 Parpol

Upaya ini, kata dia, sebagai bentuk pencegahan menyebarnya wabah virus corona ke Pangandaran yang sampai saat ini statusnya masih zona hijau Covid-19. Maka salah satu upaya pemerintah daerah dengan melakukan pengetatan di perbatasan. Kemudian menyemprotkan disinfektan, pencatatan warga yang masuk dan melakukan pengecekan kesehatan.

“Tim gugus tugas harus ketat di perbatasan untuk mendukung program menjaga zona hijau. Yang boleh masuk pun hanya kendaraan sembako dan keperluan sehari-hari masyarakat Pangandaran,” ujarnya

Lanjut dia, untuk meng­efektifkan pengetatan wilayah ditambahkan satu posko perbatasan lagi, jadi totalnya ada enam yang memantau keluar masuk orang ke Kabupaten Pangandaran.

Posko tersebut, kata dia, tersebar di perbatasan Padaherang-Ciulu Banjarsari, batas Kalipucang-Jawa Tengah, Bungurraya Langkaplancar-Cigyam, Batas Kertamukti-Cikalong, Cimerak-Pancatengah dan Sindangjaya-Kecamatan Mangunjaya. “Itu dilakukan demi menjaga kesehatan masyarakat Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Selain di perbatasan, kata dia, sekarang sudah terdiri Posko Pemantauan Covid-19 di 93 desa se-Kabupaten Pangandaran sebagai peran aktif dari masyarakat untuk menanggulangi penyebaran virus corona.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menginstruksikan kepada pemerintah desa untuk membuat posko pemantauan isolasi mandiri pemudik. Sehingga sekarang terdapat 93 titik posko di seluruh desa yang menjaga pos tersebut di antaranya pemerintah desa, Babinkamtibmas, Babinsa dan relawan RT.

“Petugas tersebut nantinya akan menjadi garda depan pencegahan dan penanganan pandemi virus corona di Kabupaten Pangandaran. Karena dengan posko itu dapat melaporkan setiap hari perkembangan kesehatan dari pemudik dan berapa orang yang datang dari zona merah,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : 1.206 Pekerja Dirumahkan, Pemkab Pangandaran Fasilitasi Daftar Kartu Pra Kerja

Sekretaris Desa Parigi Rosidin Rodiana mengatakan, pemerintah desa saat ini sedang berusaha memberikan keamanan dan kenyamanan dalam penanganan wabah virus corona dengan mendirikan posko pemantauan isolasi mandiri warganya yang mudik.

“Ketika ada yang ODP baru, langsung dicatat dan terpantau agar melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya. Jadi ODP tidak boleh bebas berkeliaran di luar rumah, untuk memutus mata rantai Covid-19,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.