19 Warga Pangandaran Meninggal Terpapar Covid-19

32
0
DIMAKAMKAN. Petugas saat melakukan pemakaman warga Mangunjaya yang meninggal dunia. Pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
DIMAKAMKAN. Petugas saat melakukan pemakaman warga Mangunjaya yang meninggal dunia. Pemakaman dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.
Loading...

PANGANDARAN – Salah seorang warga Mangunjaya meninggal dunia Senin pagi (1/2/2021). Pasien berjenis kelamin laki-laki itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Puskesmas Mangunjaya Suheryanto mengatakan pria tersebut juga diketahui memiliki penyakit penyerta. Dia memiliki riwayat diabetes. “Yang meninggal itu pernah berobat di Banjar,” katanya kepada Radar, Senin (1/2/2021).

Dia mengatakan awalnya almarhum menjalani swab test di Puskesmas Mangunjaya. Hasilnya positif Covid-19. “Sekitar hari Kamis (28/1) kemudian dirujuk ke RSUD Pandega dan mendapatkan perawatan serta menjalani isolasi khusus,” ujarnya.

Senin pagi, pria tersebut meninggal dunia sekitar pukul 08.00. “Kemudian jenazah dimakamkam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gerandong Mangunjaya,” ucapnya.

Pemakaman jenazah dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 ketat. Meninggalnya warga Mangunjaya tersebut menambah daftar kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Pangandaran. Dalam database Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, sudah ada 19 kasus kematian akibat Covid-19.

loading...

Sementara sehari sebelumnya, salah seorang staf di Dinas Satpol PP Kabupaten Pangandaran pun meninggal dunia akibat Covid-19. Kepala Satpol PP Kabupaten Pangandaran Undang Sohnarudin mengatakan staf-nya yang meninggal merupakan pegawai non PNS atau honorer. “Iya betul non PNS,” ujarnya kemarin.

Baca juga : Terpapar Covid-19, Bupati Pangandaran Ngaku Membaik

Menurutnya, almarhumah sempat menjalani isolasi mandiri sejak Rabu (20/1/2021), setelah dinyatakan positif Covid-19. “Memang awalnya ada yang Covid-19 di kantor kami. Kemudian hasil tracking menunjukkan ada enam orang yang positif, salah satunya almarhum,” tuturnya.

Kata dia, staf itu mengalami gejala demam dan juga gejala lainnya yang ditimbulkan oleh Covid-19. “Jadi langsung bergejala setelah satu minggu,” jelasnya.

Dikarenakan kondisinya semakin memburuk, petugas dari RSUD Pandega menjemput almarhumah untuk mendapatkan perawatan. Sabtu (30/1), almarhum akhirnya bisa dibujuk untuk menjalani perawatan di RSUD Pandega. “Namun saat menjalani perawatan dia akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Almarhumah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dipatiukur Kota Banjar atas permintaan dari pihak keluarga. “Karena Kota Banjar tempat kelahiran almarhum,” ucapnya.

Undang mengatakan masyarakat harus tetap waspada dengan Covid-19, karena virus tersebut nyata dan mematikan. “Semuanya harus tetap patuh pada protokol kesehatan,” katanya. Dia pun menyebut pegawainya yang lain dalam kondisi baik, namun mereka menjalani karantina. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.