2 Anggota Geng Motor Perusak Warnet di Gunung Sabeulah Kota Tasik Diringkus Polisi, Ini Penyebabnya..

1592
0

KOTA TASIK – Geng motor yang melakukan perusakan Warnet di Gunung Sabeulah, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (22/11) dini hari dan sempat viral videonya yang berdurasi 0,21 detik berhasil diciduk polisi.

Selang sehari, Senin (23/11) pagi, Satreskrim Polresta Tasik berhasil menciduk 2 pelakunya dari total 6 pelaku. Mereka adalah R (26) dan AGA (24), warga Cibeureum.

Sementara itu 4 pelaku lainnya, OM, OY, RB dan A masih dalam pengejeran pihak kepolisian.

Meski demikian, Kapolresta Tasik, AKBP Doni Hermawan memastikan keempat pelaku itu akan segera diciduk pihaknya.

Tersangka geng motor pelaku perusakan warnet di Gunung Sabeulah Kota Tasik saat konprensi pers di Mako Polresta Tasik, Kamis (26/11). istimewa untuk radartasikmalaya.com

“Kasus di Gunung Sabeulah itu berawal dari perkelahian antar geng motor di Cibuereum. Tepatnya di depan kolam renang Tirta Alam di malam itu,” ujar Doni kepada radartasikmalaya.com, Kamis (26/11) siang.

Terang Doni yang ditemui saat ekspos kasus tersebut, antar kelompok geng motor itu berkelahi di Cibeureum dan menyebabkan tangan Y mengalami luka terkena sabetan benda tajam.

“Dari 6 pelaku ini kita lakukan pengembangan bahwa kejadian diawali di wilayah Cibeureum tepatnya di depan kolam renang Alam Tirta. Mereka melakukan penganiayaan sesama geng motor dan ada korban 1 orang terluka,” terangnya.

“Kami amankan 2 tersangka yang sudah kita identifikasi dan Senin lalu kita ciduk tersangka inisial R dan AG. Dari keterangan para pelaku ini mereka mengaku melakukan penganiayaan terhadap Y, korban dan 2 saksi M dan O,” sambungnya.

Motifnya, tambah Doni, sementara ini pelaku dan korban ada konflik antar kelompok geng motor. Kemudian melakukan pertemuan dan terjadi perkelahian.

“Jadi 4 pelaku masih kita lakukan dalam pengejaran. 4 pelaku ini sudah teridentifikasi dan inisialnya sudah kita kantongi. Semuanya pelaku sudah dewasa tak ada yang di bawah umur. Yang kita amankan ini 26 tahun dan 24 tahun,” tambahnya

Dari 2 pelaku ini khususnya inisial AG, jelas dia, sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan dan pernah ditangkap pada 2014 dan 2018.

“Kita akan lakukan tindakan tegas yang terukur jika mendapati kasus seperti ini lagi. Sehingga bisa memberikan pelajaran kepada pihak lain atau geng motor lain agar tak coba-coba melakukan aksi yang melanggar aturan, kekerasan dan perusakan di tempat umum,” jelasnya.

Tukas dia, untuk antisipasi kedepan pihaknya akan tingkatkan patroli di titik rawan dan zona rawan.

Tentunya pada hari libur yang kerap digunakan geng motor untuk melakukan aksi kekerasan.

“Dan kita sudah petakan tempat berkumpulnya di mana dan lokasi yang kerap dijadikan mereka untuk beraksi. Kedua pelaku ini dikenakan pasal 170 KUHP Ayat 1 tentang Senjata Tajam maksimal 10 tahun penjara,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.