2 Bayi Kembar Warga Kota Tasik Terpisah di Maluku, 20 Tahun Kemudian Bertemu di Tik Tok

1156
0
radartasikmalaya.com
Trena Mustika bersama kakak, anak dan ayahnya saat ditemui di rumahnya di Indihiang, Kota Tasik, Senin (19/10) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Aplikasi Tik Tok yang mengajak penggunanya menari diiringi lagu, ternyata mempertemukan saudara kembar yang sudah terpisah selama 20 tahun. Adalah kakak adik, Trena Mustika (24) dan Treni Fitri Yana (24).

Trena tinggal di Indihiang, Kota Tasikmalaya. Tepatnya di Kampung Cipaingeun RT 02 RW 02 Kelurahan Sukamaju Kaler. Sedangkan Treni di Blitar, Jawa Timur.

Mereka bisa bertemu kembali selama 20 tahun berpisah lewat unggahan Tik Tok adiknya, Treni yang selama ini aktif di media sosial. Sedangkan, Trena tiap harinya menjadi ibu rumah tangga dua anak.

Mereka selama ini belum bertemu secara langsung dan baru dijadwalkan akan bertemu di rumah ayah dan saudara-saudara kandung di Kota Tasikmalaya, Kamis (22/10) ini.

Ayah Kandung Trena-Treni, Enceng Dedi (59) mengatakan, anak kembarnya ini memiliki 6 saudara yang selama ini tinggal di Kampung Cipaingeun.

Selama ini, Treni yang tinggal di Blitar, baru mengetahui kalau ayah dan saudara-saudara kandungnya dan keluarga besarnya tinggal di Kota Tasik.

“Saya ayah kandung Treni dan Trena yang baru bisa bertemu lagi setelah terpisah 20 tahun. Mereka bertemu di Tik Tok,” katanya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya.

Trena dan Treni, terang dia, sebetulnya saudaranya 7 orang. Hanya saja seorang kakaknya yang perempuan meninggal dunia saat masih kecil.

Enceng mengakui selama ini Trena dan saudara-saudaranya di Kota Tasik sudah mengetahui sejak dulu bahwa ada kembaran Trena bernama Treni, yang selama ini dicari-cari karena hilang kontak dengan pihak keluarga yang mengasuhnya.

Dirinya dan istrinya mengakui, sejak usia anak kembarnya 2 bulan ketika tinggal di Maluku, menitipkan Treni ke keluarga tetangganya, Rini dan Misranto, warga asal Malang, Jawa Timur.

“Memang sejak kerusuhan di Maluku tahun 1999, kami para transmigrasi eksodus lagi ke kampung halaman masing-masing,” terangnya.

“Bu Rini dan Pa Misranto kembali lagi ke Malang, Jawa Timur, membawa Treni. Sedangkan Trena dibawa oleh saya dan istri saya ke Tasik,” sambungnya.

Saat lahir, lanjut Enceng, anak kembarnya Trena dan Treni, memiliki nama asli Euis Trena Mustika dan Euis Treni Mustika.

“Saya sangat bahagia menerima kabar bahwa Trena dan Treni sekarang sudah bisa ketemu serta berhubungan lagi meski belum bertemu secara langsung. Kalau Trena itu kakaknya Treni,” bebernya.

Dia menambahkan, Treni akan datang bersama suami dan anak-anaknya memakai kereta api dari Blitar ke Kota Tasik.

“Saya sudah tak terbayang lagi perasaan saya kalau mereka bertemu nanti, termasuk saya dan saudara-saudaranya. Ini berkah buat keluarga kami,” tambahnya.

Apalagi saat Enceng mengingat lagi momen pertemuan anak kembarnya ini tak disaksikan langsung oleh almarhum istrinya.

Soalnya, selama puluhan tahun ini almarhum istrinya sangat ingin bertemu dengan anaknya yang hilang tanpa ada kabar sebelum meninggal. “Kalau ibu kandungnya Treni, dua tahun lalu sudah meninggal,” jelasnya.


(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.