2 Bidan Positif Covid-19, Puskesmas Puspahiang Tasik Tutup

67
0
DITUTUP. Puskesmas Puspahiang ditutup sementara karena ada dua tenaga medisnya yang terpapar positif Covid-19, Jumat (15/1).
Loading...

PUSPAHIANG – Kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya semakin mengkhawatirkan. Sampai Jumat (15/1), tercatat jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 sebanyak 1.487 orang.

Ketua Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan, sampai saat ini jumlah kasus Covid-19 sebanyak 1.487 dengan total yang sembuh dan selesai diisolasi 1.251.

Sedangkan dalam perawatan dan isolasi sebanyak 200 dan 36 orang meninggal dunia.

Kemudian, kata dia, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya menutup Puskesmas Puspahiang karena ada dua tenaga medis atau bidan poned yang positif terpapar Covid-19, Jumat (15/1).

Baca juga : Tak Diperhatikan Pemerintah, Minat Jadi Guru Madrasah di Kota Tasik Terancam

loading...

Maka dari itu, mulai Jumat-Minggu (15-17/1) Puskesmas Puspahiang sementara ditutup pelayanan kesehatan masyarakatnya untuk disterilisasi dan akan kembali dibuka Senin (18/1).

“Sudah hampir 20 puskesmas lebih di Kabupaten Tasikmalaya yang pernah ditutup pelayanan kesehatannya.

Termasuk, yang terakhir Puskesmas Salawu dan sekarang Puskesmas Puspahiang dengan kejadian yang sama tenaga kesehatan (nakes) atau tenaga medisnya ada yang terpapar positif Covid-19,” ujarnya kepada Radar, Jumat (15/1).

“Tindak lanjutnya puskesmas yang ada terpapar Covid-19 tenaga medisnya, ditutup pelayanannya sementara waktu untuk proses sterilisasi sesuai protokol kesehatan dan tenaga kesehatan yang positif isolasi mandiri atau karantina,” katanya, menambahkan.

Menurut dia, untuk orang-orang atau tenaga medis yang sempat kontak erat dengan tenaga medis yang terpapar positif Covid-19 akan di-rapid test atau swab PCR untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Dia menambahkan, puskesmas merupakan pelayanan langsung kepada masyarakat, maka sangat dimungkinkan tenaga kesehatannya terpapar Covid-19, apalagi jika ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di puskesmas.

“Maka dari itu, vaksinasi diprioritaskan untuk tenaga medis, baik di rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan seperti di puskesmas yang langsung melayani dan merawat pasien Covid-19,” ujarnya.

Kapolsek Puspahiang AKP Asep Nurjaman menambahkan, kronologis awal penutupan Puskesmas Poned Puspahiang berdasarkan hasil swab (PCR) satu bidan poned dinyatakan positif Covid-19 dan pada saat ini sudah diisolasi di asrama haji Kabupaten Tasikmalaya.

Kemudian, lanjut dia, selanjutnya pada 13 Januari satu orang lagi bidan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dengan disertai gejala-gejala.

“Jadi ada dua tenaga kesehatan di Puskesmas Puspahiang terkonfirmasi, untuk itu sesuai protokol kesehatan, seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dan petugas tenaga kesehatan di desa yang kontak erat melakukan swab (PCR),” terang dia.

Selanjutnya, tambah dia, pelaksanaan swab PCR dilaksanakan Kamis (14/1) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, maka UPTD Puskesmas Puspahiang menutup pelayanan kesehatan sejak Jumat (15/1) sampai Minggu (17/1).

“Dan akan dibuka kembali pelayanan kesehatannya Senin (18/1) mulai pukul 08.00 pagi. Sehingga masyarakat mengetahuinya,” tambah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.