2 Bocah Perempuan Kaka Adik Tewas di Saluran Ini, Pemdes Cikunten Tasik Ajukan Pemagaran

183
0
LOKASI TENGGELAM. Kepala Desa Cikunten Jumyati menunjukkan lokasi ditemukannya mayat kakak beradik yang tenggelam. Pemerintah desa akan mengajukan ke BBWS untuk pemagaran, Minggu (3/5). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pemerintah Desa Cikunten Kecamatan Singaparna akan mengajukan pemagaran di wilayah Irigasi Cikunten II ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau pemerntah daerah.

Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya lagi anak-anak yang tenggelam sampai meninggal.

Baca juga : Kapolres: Peta Lalin PSBB Kota Tasik yang Tersebar di Warga Itu Hoax!!

Kepala Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Jumyati mengatakan, sebelumnya pihak desa dan tokoh masyarakat sudah mengusulkan kepada PUPR bahkan berkomunikasi langsung dengan BBWS untuk mengajukan ada pemagaran di Irigasi Cikunten, karena dikhawatirkan membahayakan anak-anak.

“Hal itu untuk menjaga keamanan lingkungan. Namun, kemarin kebetulan ada rancangan desa wisata jadi menunggu.

Kalau untuk pengajuan, ke depannya untuk antisipasi agar tidak terulang lagi kejadian semacam ini insyaallah pemerintahan desa akan mengajukan atau mengusulkan kepada BBWS secepatnya,” katanya kepada Radar, Minggu (3/5).

Menurutnya, di lingkungan irigasi sekarang mulai ramai dan kepadatan penduduk terlihat, terlebih ketika sore hari banyak anak-anak yang bermain di sekitaran Irigasi Cikunten II.

Makanya harus ada antisipasi dengan pemagaran, supaya tidak akan terulang lagi kejadian tersebut.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya para orang tua yang ada di daerah Irigasi Cikunten II untuk selalu menjaga dan mengawasi anaknya.

“Kewajiban orang tua untuk selalu mendampingi, mengawasi kegiatan-kegiatan atau aktivitas anak-anak agar selalu diawasi. Orang tua janganlah lengah dan terus ada di dekat anaknya,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian tenggelamnya kakak beradik ini merupakan musibah yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Namun, kejadian ini harus dijadikan sebagai pembelajaran bagi semuanya untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika bermain.

Kata dia, berdasarkan informasi dari pihak keluarganya bahwa Nur Jalika (3) itu sudah dua kali diajak pulang ketika bermain di rumah saudaranya.

Namun dia tidak mau, akhirnya bapaknya pulang dan anak itu ditinggal di rumah bibinya.

Namun, lanjut dia, setelah ayahnya pulang, tanpa diketahui Sipa (8) ternyata mengajak adiknya Nur pulang berdua.

Waktu itu banyak masyarakat yang melihat kakaknya membawa sepeda dan adiknya di posisi belakang sepeda mengikuti kakaknya dalam keadaan tidak dibonceng.

“Di lokasi kejadian itu diduga yang kecil itu terbawa hanyut air yang mengalir di aliran Irigasi Cikunten II ketika akan menyeberang menuju ke rumahnya.

Kakaknya diduga ingin menolong adiknya yang hanyut terbawa air itu, tapi dikarenakan airnya cukup deras dan anak tersebut belum bisa berenang sehingga kakaknya pun ikut terbawa hanyut,” katanya, menjelaskan.

“Adiknya ditemukan di lokasi terbawa hanyut sekitar 10 meter. Sementara kakaknya tidak ada di lokasi namun ditemukan di Kampung Jagawaras kurang lebih 1 kilometer dari jarak tenggelamnya adiknya,” ujarnya, menambahkan.

Menurutnya, kebetulan pada waktu itu kondisi air di irigasi cukup deras, bahkan gorong-gorong tersendat dan air tidak masuk sehingga meluap ke permukaan karena banyak sampah. “Kata warga, biasanya anak tersebut pulang melalui jalan ke gang yang langsung menuju ke rumahnyanya,” ujarnya.

Baca juga : PSBB di Kota Tasik Berlaku untuk Seluruh Kecamatan

“Pada 20 tahun lalu pun pernah terjadi anak berusia empat tahun hanyut di Irigasi Cikunten II, kejadiannya sama terbawa hanyut karena air meluap,” katanya, menambahkan.

Sejauh ini pemerintah desa telah memberikan bantuan kepada keluarga berupa uang, kemudian akan menyusul bantuan smbako. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.