2 Bocah Perempuan Kakak Beradik Tenggelam di Irigasi Cicarulang Singaparna Tasik

3608
2

SINGAPARNA – Dua bocah perempuan kakak beradik, Sipa Selviatilawah (8) dan Nur Jalika (3) asal Kampung Cicarulang RT 13 RW 05 Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasik, tewas tenggelam di aliran irigasi.

Keduanya jatuh dan tenggelam saat bermain di pinggir irigasi Cikunten di Kampung Cicarulang Desa Cikunten Kecamatan Singaparna, sekitar pukul 14.30, Kamis (30/4).

Keduanya hanyut tenggelam dan ditemukan jasadnya sudah tidak bernyawa di irigasi Jagawaras Sentral Desa Cikunten Kecamatan Singaparna oleh warga.

Kronologis kejadiannya kedua bocah tersebut sedang bermain di sekitar proyek pembangunan di irigasi Cikunten tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.

Naas, ketika bermain adiknya terpeleset lalu jatuh ke aliran Sungai Cicarulang.

Seketika kakaknya coba menolong sang adik. Sayang keduanya malah jatuh lalu hanyut terbawa arus air yang cukup deras dan dalam, hinggal keduanya meninggal dunia.

Loading...

Kapolsek Singaparna, Kompol Kresno mengatakan, kronologis kejadian awalnya kedua orang anak ini enggan mau diajak oleh kedua orang tuanya pulang sedang asyik bermain di pinggir irigasi Cikunten di Kampung Cicarulang.

“Saat lengah dari pengawasan orang tua, keduanya malah jatuh dan hanyut tenggelam terbawa arus sungai hingga sampai diselamatkan warga sekitar dua sampai tiga meter, dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” kata Kresno, kepada Radar, kemarin.

Kedua jasad bocah perempuan kakak beradik tersebut, kata Kresno, awalnya ditemukan oleh seorang warga bernama Ajat yang baru saja pulang dari ladang sawah.

“Warga tersebut, kaget melihat ada dua jasad anak perempuan sudah mengambang disaluran irigasi Cikunten. Kemudian memberitahukan kepada warga lainnya untuk dibawa dan diangkat ke darat,” ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, keduanya dibawa ke rumah duka di Kampung Cicarulang. Saat mengetahui kedua anaknya sudah tidak bernyawa kedua orang tuanya tidak mampu menahan kesedihan mendalam.

“Kami bersama warga lainnya, mencoba menenangkan keluarga korban. Dan menerima musibah ini sebagai takdir dari Allah SWT, kedua jenazah anak perempuan ini dimakamkan langsung dipemakaman keluarga di Cicarulang, Kamis (30/4) sore,” jelas dia.

Kresno menambahkan, pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan takdir. Sehingga tidak meminta untuk dilakukan otopsi.

“Hasil pemeriksaan oleh pihak identifikasi tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Murni tenggelam, ada air masuk kedalam tubuh dan kehabisan atau gagal nafas,” tambah dia.

Kepala Desa/Kecamatan Singaparna H Utep Y Sudrajat menambahkan bahwa memang benar ada kejadian tenggelam dua anak perempuan diirigasi Cikunten yang mengaliri beberapa desa termasuk Desa Singaparna.

“Semua pihak sudah turun, Polsek pemerintah desa untuk datang kerumah duka. Kami himbau masyarakat atau orang tua tetap mengawasi anak-anaknya, jangan sampai lengah, apalagi bermain ditepi sungai atau irigasi,” kata dia.

(diki setiawan)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

  1. Ketika anak tidak mau pulang sebaiknya orang tua memaksa anak untuk pulang biar nangis pun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.