2 Hari, 6 Pasien Covid-19 di Garut Meninggal

31
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

GARUT KOTA – Kasus kematian pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan. Dalam dua hari terakhir yakni Minggu (17/1) dan Senin (18/1), ada enam pasien positif meninggal dunia.

“Berdasarkan informasi ada 6 yang meninggal. Empat hari Minggu dan dua hari ini (Senin). Semuanya pasien positif yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr Slamet,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Senin (18/1).

Yeni menerangkan enam pasien positif Covid-19 yang meninggal itu, yakni perempuan usia 59 tahun dari Kecamatan Cilawu, perempuan usia 30 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan usia 57 tahun dari Kecamatan Leles, perempuan usia 73 tahun dari Kecamatan Bungbulang, perempuan usia 50 tahun dan laki-laki usia 61 tahun dari Kecamatan Bayongbong.

“Keenam pasien yang meninggal ini, selain terpapar Covid-19 juga mempunyai penyakit penyerta,” ujarnya.

Baca juga : Kwarcab Tanam 20 Ribu Bibit Mangrove di Pansela Garut

loading...

Untuk pasien positif yang meninggal ini, kata dia, semuanya sudah dimakamkan dengan protokol kesehatan ketat.

Yeni menerangkan total pasien positif Covid-19 yang meninggal sampai saat ini di Kabupaten Garut mencapai 160 kasus. Selain tingginya angka kematian pasien, kata dia, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut setiap harinya terus mengalami peningkatan signifikan.

Dalam dua hari saja, yakni Minggu dan Senin, terdapat penambahan sebanyak 160 orang pasien positif Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSUD dr Slamet Garut dalam menindaklajuti hasil testing, tracing dan tracking Satgas Covid-19 Kabupaten Garut.

Dengan adanya penambahan kasus, total kasus positif Covid-19 sampai saat ini mencapai 5.195 kasus. Dari jumlah tersebut, 717 kasus isolasi mandiri, 416 kasus isolasi dan perawatan di RSUD dr Slamet, 3.902 kasus sembuh dan 160 kasus meninggal dunia.

Yeni menerangkan saat ini paling tinggi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut terjadi di klaster keluarga. Maka, kata dia, upaya pencegahan penting. Salah satu upayanya yakni dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga.

Dalam mengurangi risiko penularan bisa dilakukan dengan tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.