Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.1%

19.7%

8.1%

68.1%

2 Hari Beres Dibangun, Jembatan Penghubung 2 Kampung di Ciawi Tasik Lenyap..

190
0

KABUPATEN TASIK – Jembatan dengan panjang 25 meter yang menghubungkan 2 kampung di Desa Bugel Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, lenyap disapu longsor, Rabu (10/06) dini hari.

Bencana alam longsor terjadi setelah wilayah Ciawi dan sekitarnya diguyur hujan sejak, Selasa (9/06) sore hingga Rabu pagi.

Tebing dengan ketinggian sekitar 100 meter ambrol, mengakibatkan jembatan yang baru 2 hari selesai dibangun ambrol tersapu material longsoran.

Kepala Desa Bugel, Ruhimat membenarkan jembatan yang baru saja selesai dibangun melalui anggaran Dana Desa, ambrol tersapu material longsoran.

Bahkan, saluran irigasi dan saluran pipa air bersih juga ikut tersapu longsor.

“Hujan deras mengguyur sejak Selasa sore hingga Rabu pagi, mengakibatkan tebing setinggi sekitar 100 meter longsor,” katanya kepada wartawan.

“Longsoran mengakibatkan jembatan di Kampung Panampikan putus, hingga mengakibatkan satu kampung terisolasi,” ujarnya.

Menurutnya, selain memutuskan jembatan, longsor juga mengakibatkan saluran irigasi dan pipa air bersih turut tersapu.

Warga yang terisolir ada dua ke RT-an atau 75 Kepala Keluarga. Kini, mereka sulit untuk beraktivitas menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Paling warga yang hendak beraktivitas harus melewati parit-parit atau pematang sawah. Itupun sulit untuk dilewati, khususnya bagi ibu-ibu apalagoli orang tua,” terangnya.

Dikatakan Ruhimat, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian longsor tersebut, hanya saja kerugian materi.

Namun untuk kerugian materi hingga saat ini masih dihitung, karena longsor bukan hanya menyebatkan jembatan, saluran irigasi dan saluran air bersih terputu.

Namun material longsor juga menimbun hektaran area pertanian. Bahkan, akibat terputusnya saluran air bersih mengakibatkan ratusan KK terpaksa harus mencari sumber air bersih.

“Dari Dana Desa menganggarkan sebesar Rp 51 juta, dan baru saja selesai tersapu oleh longsor dengan ketinggian 100 meter,” tambah Ruhimat.

Dijelaskan Ruhimat, sebenarnya pembangunan jembatan itu sudah selesai sejak sebulan lalu. Namun untuk penggunaan jembatabnya baru saja dua hari dioperasikan.

Ruhimat menambahkan, kejadian bencana alam juga terjadi di Kampung Cipulus, dimana material longsoran menutup akses jalan.

“Anggota BPBD, TNI dan Polri berupaya mengevakuasi material longsoran,” ungkapnya.

(rezza rizaldi)

Baca juga : LAGI Banjir Rutin di Sukaresik Tasik, Setahun 3 Kali Siapa yang Tanggung Jawab?
Baca juga : Wahana Bermain Air Bocah Warga Sukaresik Tasik saat Banjir Tiba
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.