Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.4%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.4%

0%

2 Juta Butir Narkoba Disita BNN dari Pabrik Sumpit di Kawalu, Wali Kota Tasik Ngaku Kecolongan

3807
0

KOTA TASIK – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengaku kecolongan dengan adanya pabrik narkoba jenis pil PCC beroperasi di wilayahnya yang berkedok pabrik sumpit di Jalan Raya Syeh Abdul Muhyi, RT 4, RW 8, Kampung Awilega, Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu.

Budi mengaku, dengan terungkapnya kasus besar di wilayahnya ini menjadikan pengingat kepada pihaknya agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap warga pendatang.

Walaupun dari 9 pelakunya hanya 1 orang yang merupakan warga Mangkubumi, Kota Tasik.

“Kejadian ini (terungkapnya pabrik onat PCC berkedok pabrik sumpit, Red) harus jadi pembelajaran bagi kita semua. Karena hal ini adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Budi yang ditemui usai gelar perkara kasus pabrik PCC di lokasi kejadian, Rabu (27/11).

“Jujur saja kita kecolongan (ada pabrik narkoba di wilayahnya). Mereka (para pelaku) cukup cerdik juga modusnya. Sehingga seolah-olah tidak terdeteksi oleh siapapun. Karena ditutupi dengan pabrik sumpit dan seolah-olah tak ada aktivitas lainnya,” sambungnya.

Dia mengaku kaget dan luar biasa dengan produksi pabrik obat tersebut.

“Kita ketahui bersama jumlah produksinya sungguh luar biasa. Kami kaget, jujur saja. Makanya ini menjadi pelajaran bersama dan kami mengajak semua pihak untuk waspada,” terangnya.

Dia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepekaannya serta kewaspadaanya terhadap orang-orang luar yang masuk ke wilayahnya.

“Jadi laporan ke RT dan RW 1 x 24 jam harus benar-benat berjalan. Lalu jika ada kegiatan usaha yang dicurigai tertutup, itu harus dicek selain soal izinnya dan siapa saja yang jadi pekerjanya,” bebernya.

Pasalnya, tambah Budi, 9 tersangka dalam kasus pil PCC hanya 1 orang yang merupakan warganya.

“Dan 8 orang lainnya warga luar Kota Tasik. Makanya ini benar-benar jadi pembelajaran walaupun bisa terjadi di mana pun. Jadi ada hal yang eklusif tak berbaur dengan tetangga, itu harus dicek oleh RT dan RW,” tambahnya.

Apalagi jika dianggap mencurigakan, maka segera kordinasikan dengan babinsa dan polsek terdekat. “Agar segera dicek dan masyarakat juga harus ikut membantu hal ini. Agar bisa diantisipasi dan kita tak kecolongan lagi. Ini demi keamanan kita bersama. Apalagi kegiatannya juga harus diketahui jelas,” pungkasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.