2 Pasien Covid-19 di Kota Tasik Meninggal, Total yang Dimakamkan 50 Orang

199
0
radartasikmalaya
Petugas BPBD Kota Tasik mencatat data sebaran Covid-19 di kantornya yang juga Sekretariat Satgas Penanganan Covid, Minggu (13/12) sore. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Selama pandemi Covid-19 hingga tanggal (13/12) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasik telah memakamkan jenazah pasien Covid-19 sebanyak 50 orang.

Hak tersebut diungkaokan Manajer Pusat Pengendalian Operasi, BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman.

Namun, kata dia, tak semua jenazah itu terkonfirmasi positif Covid-19. Beberapa diantaranya ada yang berstatus masih probable.

Puluhan jenazah yang dimakamkan itu bukan hanya berasal dari Kota Tasik.

Seperti kemarin ada dari Ciamis, keluarganya meminta pemakaman di Kota Tasik.

Loading...

“Ada juga dari Depok, dan Kabupaten Tasikmalaya,” katanya kepada wartawan.

Ia menerangkan, tugas prosesi pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan BPBF mengalami penambahan selama Desember.

Beber dia, sejak 1 Desember pihaknya sudah melakukan pemakaman jenazah pasien Covid-19 sebanyak 21 kali.

“Ditambah hari ini dua orang (yang meninggal),” terangnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik hingga Minggu sore, total terdapat 50 orang yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Sebanyak 15 orang berstatus probable dan 35 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengakui, terjadi penambahan kasus kematian akibat Covid-19 dalam beberapa waktu ke belakang.

Kendati demikian, ia menyebutkan, angka kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih berada di kisaran 3 persen. Meski potensi penambahan masih ada.

Ia menuturkan, dalam kondisi wabah, angka kematian memang tak bisa dihindari.

Namun, pihaknya terus berupaya untuk menekan angka kematian semaksimal mungkin.

“Kita upayakan turunkan angka kematian ke 2 persen,” tuturnya.

Uus memgimbau, agar masyarakat tetap waspada dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap menjalani kegiatannya.

Sebab, pandemi Covid-19 belum dapat diprediksi hingga kapan akan terjadi.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.