2 PDP Corona di Pangandaran Meninggal

1886
0
ISTIMEWA PEMAKAMAN. Tim medis melaksanakan pemakaman PDP asal Kecamatan Kalipucang dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19, Jumat (17/4).

PANGANDARAN – Dua warga Kabupaten Pangandaran yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia di RSUD Kota Banjar, Jumat (17/4). Memastikan positif Covid-19 atau tidaknya, pemerintah daerah menunggu hasil uji swab dari Labkesda Provinsi Jawa Barat.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, awalnya dua warga meninggal yang berstatus PDP ini sebelumnya ODP. Namun, pada saat meninggal menjadi PDP karena menunjukkan gejala mengarah kepada Covid-19.

Baca juga : PKS Pangandaran Masih Belum Tentukan Sikap di Pilkada

“Pasien pertama adalah seorang pria berusia 52 warga Kecamatan Kalipucang. Pria ini merupakan pemudik dari Cianjur. Sebelum masuk RSUD Banjar, ia mengalami gejala demam, sesak dan batuk,” katanya kepada Radar, kemarin.

Selain itu, lanjut Jeje, pria tersebut tiba ke kampung halamannya Rabu malam. Beberapa hari di rumah merasakan gejala seperti demam, sesak dan batuk. Kemudian dibawa ke Puskesmas Kalipucang dan dirujuk ke RSUD Banjar pada Kamis malam, sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat dini hari.

Kemudian, kata dia, untuk pasien kedua seorang perempuan berusia 62 tahun asal Kecamatan Pangandaran. Dia tak memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. Namun, selama tiga hari mengalami sesak dan demam.

“Sampai saat ini kita masih menunggu hasil swab test kurang lebih satu minggu (untuk pasien perempuan usia 62 tahun, Red). Namun upaya yang belum melakukan swab test (pria berusia 52 warga Kecamatan Kalipucang, Red). Kami akan segera melakukan pelacakan riwayat kontak tetap dilakukannya,” ujarnya.

Tambah H Jeje, memang pada awalnya keduanya berstatus ODP, setelah masuk ke RSUD Banjar dengan memiliki gejala virus corona, maka ditetapkan status menjadi PDP. Proses pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19 dan warga menerima proses pemakaman kedua PDP tersebut.

“Saya sudah meminta keluarga dari kedua pasien meninggal tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan rapid test. Meskipun keduanya belum dinyatakan positif Covid-19,” ujar Jeje.

Dari kejadian ini, Jeje mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap enteng pandemi virus corona. Oleh karena itu, patuhi gerakan di rumah saja, jaga jarak fisik, cuci tangan pakai sabun dan pakai masker ketika benar-benar keadaan darurat ke luar rumah.

“Kita sudah menyosialisasikan DJCM ke pasar-pasar dan tempat umum lainnya, tapi masih ada yang belum mematuhi anjuran yang kita buat. Maka saat ini harus dipatuhi oleh masyarakat Pangandaran agar tetap menjaga zona hijaunya dari Covid-19,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pangandaran drg Yani Achmad Marzuki menjelaskan, adanya 2 orang PDP yang meninggal dunia tersebut adalah warga Pangandaran yang sudah memiliki riwayat penyakit bawaan. Seperti pasien pria asal Kecamatan Kalipucang diketahui memiliki riwayat sakit gondongan.

Pasien tersebut, kata dia, sempat dipijat dan mengalami keluhan batuk, panas, sesak napas susah menelan. Diketahui yang bersangkutan pernah bekerja di Cianjur. “Setelah dirujuk ke RSUD Banjar, pasien meninggal di ruang IGD dan belum masuk ke ruang isolasi,” ujarnya.

Sedangkan untuk pasien perempuan warga Kecamatan Pangandaran memiliki penyakit bawaan yaitu diabetes dan sempat dirawat di RSUD Pandega Pangandaran. Karena belum memiliki perlengkapan memadai, pasien dirujuk ke RSUD Banjar.

Baca juga : Puasa di Pangandaran tak Perlu Ada Bukber dan SOTR

“Pasien mengalami sesak dan demam, akhirnya dirujuk ke RSUD Banjar dan masuk ke ruang isolasi dan meninggal dunia,” ujarnya.

Kata dia, data orang dalam pemantauan (ODP) pada Jumat (17/4) sejumlah 484 orang selesai pengecekan 451 orang dan sisanya masih dalam pemantauan  33 orang. “Sedangkan kasus Covid-19 baru untuk PDP berjumlah 2 orang, semuanya meninggal,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.