2 PDP di Garut Meninggal, Pasien Positif Corona Membaik

270
0
PAPARKAN. Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat dan Wakil Direktur RSUD dr Slamet Garut dr Een Suryani menerangkan terkait dua PDP yang meninggal. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut mengumumkan ada dua pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD dr Slamet Garut meninggal dunia Rabu malam (1/4). Kedua pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 20 dan 55 tahun.

“Kedua pasien yang meninggal ini belum dipastikan positif Covid-19, karena masih menunggu hasil laboratorium dari Labkesda Jabar,” ujar Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat kepada wartawan di Pendopo Garut Kamis (2/4).

Baca juga : Dinkes Garut Lacak Orang-orang yang Kontak dengan Postif Corona

Ricky menerangkan PDP usia 20 tahun yang meninggal merupakan PDP yang sempat kabur dari ruang isolasi pada Sabtu (28/3). “Kedua pasien punya penyakit penyerta. Saat datang ke rumah sakit, mereka memang sudah dalam kondisi sakit,” terangnya.

Ricky mengaku sempat ada keresahan di tempat tinggal kedua PDP. Ia menyebut tak ada penolakan untuk pemakaman. Namun warga meminta kepastian status PDP yang meninggal dan penyemprotan disinfektan.

Sementara itu, sampai Rabu (1/4), sudah ada 1.158 ODP dan 16 PDP dan satu positif Covid-19 di Garut. Untuk pasien positif, kondisinya mulai membaik dan akan kembali diperiksa.

“Kami berharap ada rapid test yang cukup banyak. Sekarang kami hanya kebagian 250 rapid test. Sedangkan ODP saja sampai jam 09.00 ini sudah ribuan orang,” ujarnya.

Wakil Direktur RSUD dr Slamet Garut dr Een Suryani menyebut satu pasien positif corona atau KC-1 sudah dalam kondisi baik. Pada tanggal 6 atau 7 April, pihaknya akan kembali melakukan tes kepada KC-1.

“Pemeriksaan ulang untuk tes swab akan kembali dilakukan. Kalau negatif, 24 jam kemudian diperiksa lagi. Kalau dinyatakan negatif, pasien sudah bisa pulang,” ucapnya.

Kondisi pasien sudah membaik. Namun KC-1 masih menderita batuk. Ia meminta warga untuk mendoakan KC-1 agar segera pulih.

Terkait PDP berusia 20 tahun, Een menyebut jika kondisi awal saat datang sudah mengalami demam, batuk dan nyeri tenggorokan. PDP lainnya juga memiliki penyakit penyerta yang cukup berat.

Baca juga : 1 Warga Positif Corona, Pasar Wanaraja Garut Ditutup Sementara

“Sampai sekarang, kami merawat lima PDP. Dua orang sudah diambil swab. Sedangkan tiga pasien sedang diproses. Untuk yang meninggal berstatus PDP ada lima orang,” ujarnya.

Pemulasaraan kedua jenazah PDP, lanjutnya, dilakukan sesuai standar dari WHO. Petugas juga menggunakan APD saat mengkafani jenazah hingga mengantarkan jenazah. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.