2 Pelajar Anggota Geng Motor Perusak Madrasah di Kota Tasik Ditangkap

673
0
Warga Argasari, Kota Tasik menunjukkan lokasi madrasah yang dirusak gerombolan bermotor, Minggu (20/09) pagi. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kasus perusakan madrasah di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung Kota Tasik kini mulai terungkap para pelakunya.

Semalam (23/09), Satreskrim Polresta Tasik menciduk 2 orang pelaku di rumahnya masing-masing di daerah Kabupaten Ciamis.

Kedua pelaku ini berinisial H dan R, yang statusnya masih pelajar.

“Kita berusaha keras mengungkap kasus itu dan Alhamdulillah kita sudah bisa amankan tersangka dari sekian banyak pelakunya,” ujar Kapolresta Tasik, AKBP Anom Karibianto kepada radartasikmalaya.com, Kamis (24/09) siang.

“Ada 2 orang yang kita amankan. Kita masih lidik apakah tersangka ini dari kelompok tertentu atau secara perorangan. Itu masih kita kembangkan,” sambungnya.

Terang Anom, salah satu pelaku yang ditangkap pihaknya semalam ada yang di bawah umur.

“Nama-nama pelaku lainnya sudah kita kantongi. Kami minta doa semoga permasalah ini dan tersangka lainnya bisa kita amankan,” terangnya.

Para tersangka ini, tambah Anom, sudah melakukan perbuatan hukum dan memenuhi unsur-unsur KUHP maka dikenakan sanksi pidana.

“Kita kenakan pasal 170 KUHP kurungan penjara 5 tahun 6 bulan dan secara represif nanti di tingkat masyarakat sambil patrol Covid kita akan lakukan simkamling,” tambahnya.

Kasatreskrim Polresta Tasik, AKP Yusuf Ruhiman menuturkan, kedua pelaku ini berhasil diciduk pihaknya setelah melakukan pengumpulan informasi dari beberapa saksi kejadian.

“Pelakunya masih pelajar. Kita masih kembangkan. Inisial H dan R. Tersangka R keliatannya masih di bawah umur. Motifnya masih kita gali ya. Mereka warga Ciamis. Cikoneng dan Sindangkasih,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasik, dibuat resah dengan aksi brutal sekelompok geng motor yang merusak madrasah di wilayah tersebut, Minggu (20/09) dini hari tadi.

Jendela kaca fasilitas pendidikan Agama Islam tersebut dipecahkan dengan cara dilempari batu oleh beberapa orang geng motor yang membawa senjata tajam samurai dan celurit.

“Perusakan madrasah ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB subuh tadi,” ujar Ketua RW 05 Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat, di lokasi kejadian, Minggu (20/09) pagi.

“Warga awalnya mendengar puluhan geng motor meraung-raungkan kenalpotnya dan berkumpul di pertigaan Jalan Cieunteung dekat Yayasan Artanita itu,” sambungnya.

Tiba-tiba, terang Ajat, ada enam orang dari kelompok itu berjalan kaki ke madrasah tak jauh dari mereka berkumpul sambil bawa samurai dan celurit merusak kaca jendela madrasah membabi buta.

Lalu, aksi perusakan bangunan madrasah itu terhenti saat ada seorang warga setempat yang memberanikan diri mengusir geng motor itu yang rata-rata usianya masih muda.

Melihat warga berdatangan karena mendengar keributan perusakan madrasah itu, kelompok geng motor pun langsung pergi dengan menancap gas motornya ke arah Gunung Pereng, Kota Tasikmalaya.

“Sebelumnya pun tidak ada permasalahan apa-apa dengan warga kami di sini. Kami geram dan tak rela tempat ibadah dirusak oleh geng motor. Kami pun geram dan seluruh warga siap memerangi aksi berandalan geng motor dimanapun,” terang Ajat.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.