2 Pemuda Bawa Obat Keras Terjaring Razia Prokes, 1 Kabur 1 Masuk Polsek Salawu Tasik

50
0
DIAMANKAN. Pelanggar protokol kesehatan yang kedapatan membawa obat keras dengan jenis Neomethor diamankan Polsek Salawu, Kamis (21/1).. DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

Polsek Salawu dalam operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan di Jalan Raya Salawu-Garut menciduk pengendara motor yang tidak memakai masker, Kamis (21/1).

Ketika diperiksa, pemuda berusia 21 tahun asal Puspahiang ini membawa obat keras berjenis Neomethor yang jika dikonsumsi berlebihan bisa memabukan.

Kapolsek Salawu AKP Dedi Hidayat SH mengatakan, pihaknya menggelar operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan di Jalan Raya Salawu-Garut mendapati pelanggar yang tidak memakai masker dan kedapatan membawa obat keras jenis Neomethor.

“Langsung saja pelanggar selain diberikan sanksi sosial dengan push up, pelanggar protokol kesehatan yang kedapatan membawa obat tersebut dibawa ke Polsek Salawu untuk diberikan pembinaan dan memanggil aparat pemerintahan desa setempat asal pelanggar di Puspahiang, termasuk orang tuanya untuk dibina,” ujarnya.

Baca juga : Stop Pandemi, Mayasari Grup Inisiasi Mitigasi Covid-19 di Kota Tasik

loading...

Pengakuan pelanggar, kata dia, bahwa obat tersebut akan dikonsumsi untuk diberikan kepada ayam, namun setelah ditanya terus menerus akhirnya mengaku suka mengkonsumsi obat tersebut untuk dirinya agar bisa menghilangkan rasa capek dan bisa mabuk dengan meminum 10 butir.

Menurut Dedi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Tasikmalaya, bahwa obat Neomethor ini tidak termasuk obat-obatan narkotika. Namun pemakaian obat ini tidak sembarang diperjualbelikan karena harus dengan resep dokter.

“Akhirnya kita panggil orang tuanya dan pemerintah desa setempat agar anak tersebut diberikan pembinaan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya,” tambah dia.

Sindi (21), warga Desa Puspasari Kecamatan Puspahiang mengakui obat Neomethor yang dibawanya didapatkan dari apotek di wilayah Singaparna dan terjerat ketika operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan oleh Polsek Salawu.

“Kebetulan saya beli dari apotek di Singaparna enam lembar obat Neomethor yang berisi 60 butir obat. Ya pas mau pulang lagi ke Puspahiang lewat Salawu pakai motor sama teman malah dirazia dan dibawa ke Polsek Salawu, teman saya kabur,” tutur dia.

Dia menuturkan nekat mengkonsumsi obat tersebut semata-mata untuk menghilangkan rasa capek dan pegal setelah bekerja sebagai kuli angkutan kayu di kendaraan truk. Termasuk agar bisa tidur nyenyak.

“Iya, saya konsumsi agar bisa tidur nyenyak, ngantuk jadi capek setelah kerja hilang. Saya juga merasa mabuk, iya menyesal beli obat ini,” ungkap dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.