Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.2%

2.3%

24.4%

2.4%

46.4%

0.1%

15.5%

0%

2 Santri Tasik Raih Juara 1 di Ajang Robotik Nasional 

548
0
MENUNJUKKAN. Nizar Ainul Yakin (Kiri) dan Syahrul (Kanan) saat menunjukkan medali dan robot pendeteksi kondisi lingkungan yang meraih juara pertama di Ajang Robotik Save The Earth di MAN 2 Tasikmaya, kemarin. foto; diki setiawan.

SINGAPARNA – Dua santri asal Kabupaten Tasikmalaya yang menimba ilmu di MAN 2 Tasikmalaya Cipasung, Syahrul Abidin dan Nizar Ainul Yakin, meraih juara pertama dalam kompetisi Robotik Madrasah 2019 di Grand City Mall Surabaya, 16-17 November 2019.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Bertema Kompetisi Robots Save The Earth.

Dua santri yang belajar di Pondok Pesantren Riyadul Ulum dan Pondok Pesantren Cipasung di Kecamatan Singaparna tersebut menjadi juara pertama kategori Robot Pendeteksi Kondisi Lingkungan, mengalahkan 30 peserta lainnya dari sekolah madrasah se-Indonesia.

Juara yang digenggam oleh keduanya tersebut hasil kerja keras selama tiga tahun dengan tekun mengikuti ekskul robotik, dibimbing oleh pelatih dari Universitas Negeri Siliwangi, Belajar Pemograman dan Elektro.

Nizar bercita-cita menjadi seorang programer handal dan Syahrul menjadi profesor pembuat robot yang membantu mempermudah pekerjaan manusia.

Syahrul Abidin kelas XII MAN 2 Tasikmalaya Cipasung mengaku bisa menjuarai kejuaraan robotik tingkat madrasah nasional, bermodal kepercayaan diri. Ia bersama Nizar bertekad mengharumkan nama MAN 2 Tasik ditingkat nasional.

“Baru ikut pertama kali diajang robotik tingkat nasional, Alhamdulillah bisa menjuarainya. In syaa Allah kita akan terus berinovasi dengan karya-karya robot lainnya,” tutur dia, kepada Radar, di MAN 2 TTasikmalaya, Cipasung, Rabu (20/11).

Nizar menambahkan, kunci suksesnya meraih prestasi robotik tingkat nasional, pertama tekun belajar tentang pemograman dan praktik merakit robot dengan mengkolaborasikan prototipe dalam robot dengan sensor-sensor pendeteksi kondisi lingkungan.

Contohnya, kata Nizar, robot hasil karya ciptanya bersama Syahrul, bisa mendeteksi titik api yang bisa menyebabkan kebakaran. Lalu, sensor terhadap benda asing, bahkan bisa mendeteksi suhu panas, dingin dan lainnya.

“Didalam robot nya, selain ada otak mesin, juga sensor cahaya LDR, Sensor Flame pendeteksi ultraviolet UV atau api suhu panas. Termasuk sensor magnetik dan ultrasonik agar robot ini sensitif terhadap suhu, cahaya, titik api di sekitar kondisi lingkungan. Cara operasinya pakai batre dan WIFI,” terang dia.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.