2 Warga Jakarta Edarkan Pil Setan ke Pelajar Kota Tasik

623
1

KOTA TASIK – 2 warga Jakarta sengaja datang dan ngontrak di Kota Tasik. Ya, untuk mengedarkan obat terlarang pil kuning (Pil Setan) atau Trihexyphenidyl ke kalangan pelajar.

Dia adalah SI (30) dan AF (32). Keduanya warga asal Jakarta. Senin (22/06) dini hari, keduanya diringkus Satresnarkoba Polresta Tasikmalaya.

Obat jenis penenang ini, yang menurut petugas sedang jadi primadona di kalangan pelajar di Kota Resik.

Kasatnarkoba Polresta Tasikmalaya, AKP Yaser Arafat membenarkan bahwa anggotanya berhasil menangkap pengedar obat tersebut.

Dari tangan kedua pelaku tersebut, petugas mengamankan 16 botol warna putih berisikan ribuan butir pil kuning.

Dalam 1 botol terdapat 1.000 butir. Jadi total pil kuning tersebut sebanyak 16.000 butir.

“Memang benar kedua pengedar pil kuning sudah kita tangkap. Mereka pendatang warga Jakarta. Sengaja baru ngontrak dan tinggal di Kota Tasik mau memasarkan pil kuning tersebut ke kalangan pelajar,” ujar Yaser kepada radartasikmalaya.com, Rabu (24/06) pagi.

Terang Yaser, awalnya petugas menciduk AF sehari sebelumnya, Minggu (21/06) di sebuah kontrakan di Kelurahan Panyingkiran Kecamatan Indihiang, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa AF kerap menawarkan pil kuning itu.

Dari tangan AF, petugas mengamankan barang bukti 1 botol pil kuning berisikan 1.000 butir yang gagal beredar.

Lalu dikembangkan ke tersangka SI (30) di Bungursari. Dari tangan SI, petugas mengamankan 15 botol berisikan 15 ribu butir pil kuning.

“Keduanya mendapatkan obat itu dari rekannya, inisial H, di Jakarta totalnya dari 16 botol itu seharga Rp9.100.000. Rekannya masuk DPO kita. Dijual obat itu per butir Rp 3.000 hingga Rp 5.000,” bebernya.

Yaser menambahkan, keduanya baru sekitar semingguan tinggal di Kota Tasik.

Awalnya, obat itu dibeli dari H oleh tersangka SI. Kemudian oleh SI dijual perbotol ke tersangka AF seharga Rp 800.000 untuk diecer ke kalangan pelajar. Maka tersangka SI mendapat keuntungan Rp300.000.

“Keduanya kita jerat dengan Undang-Undang kesehatan. Yaitu pasal 196 jo 197 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Baca juga : Oknum Honorer Dishub Kota Tasik Nyambi Jadi Kurir Sabu, Diringkus Polisi
Baca juga : Oknum Honorer Dishub Kota Tasik Ngaku Jadi Kurir Sabu Karena Ini..
Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.