2 Warga Nigeria Ilegal yang Tinggal di Bungursari Diciduk Imigrasi Tasik

61

BUNGURSARI – Kepala Seksi Inteldakim pada Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Tasikmalaya, Agustinus Wahyudi Indaryono menyebutkan, sejak Januari hingga 13 Agustus 2019, Kantor Imigrasi Kelas ll Non TPI Tasikmalaya melalui Bidang Intel Dakim mengamankan 15 Warga Negara Asing (WNA) ilegal dari berbagai negara.

Dari 15 itu, 13 WNA diantaranya telah dideportasi ke negara asalnya; 3 le negara Malaysiya, 1 ke Nigeria, 1 asal India, 4 asal Cina, 1 asal Australi, dan 3 asal negara Taiwan.

Belum lama ini (7/8), Imigrasi berhasil mengamankan 2 WNA ilegal asal Nigeria di daerah Mangin, Kecamatan Bungursari.

Agus menyebutkan, ke dua WNA asal Nigeria ini sebelumnya dilaporkan warga Mangin sebagai tokoh masyarakat, kemudian petugas melakukan olah TKP hingga melakukan penangkapan dinantu dengan warga setempat.

Sebab, WNA tersebut berusaha melarikan diri dari kejaran petugas. Kemudian petugas Imigrasi mengejarnya hingga berhasil diamankan.

“Diduga warga negara Nigeria yang telah tinggal dan menetap di wilayah tersebut ada tiga orang. Dua berhasil di tangkap dan satu lolos dari kejaran petugas. Yang dua ini ditangkap di tempat yang terpisah di area pesawahan masih berada di wilayah Jalan Mangin Bungursari,” terang Agus kepada radartasikmalaya.com, Selasa (13/8).

Beber dia, adapun nama dan identitas orang asing tersebut adalah Simeon dan Michael. Setelah dilakukan pemeriksaan singkat terhadap dua orang asing tersebut didapati satu diantaranya tidak dapat menunjukan paspor.

Satu lagi izin tinggalnya telah habis. Keduanya saat ini diamankan di Ruang Detensi Imigrasi sembari menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Awalnya Informasi ini didapati dari laporan tokoh masyarakat bahwa kedua orang Nigeria ini mengontrak di wilayahnya baru tiga hari, dan awalnya telah melaporkan keberadaannya kepada pengurus wilayah setempat. Namun karena kecurigaan masyarakat, maka ketiganya dilaporkan ke Imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” bebernya.

Sementara itu, dari kedua istri terperiksa, didapati bahwa mereka telah melakukan pernikahan siri di Jakarta. Adapun berdasarkan pada pemeriksaan, keduanya mengaku bahwa tujuan ke Indonesia untuk melakukan bisnis pakaian yang akan diekspor ke negaranya.

“Dalam pengakuannya, sebelum berpindah ke Tasikmalaya, mereka pernah tinggal di Jakarta. Namun karena bisnisnya tidak lancar, mereka kehabisan dana dan memilih untuk tinggal di Tasikmalaya karena biaya hidup yang lebih murah,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ke dua WNA tersebut terbukti telah melanggar Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian Pasal 78 angka 3 yang berbunyi orang asing pemegang izin tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada di Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu izin tinggal dikenai tindakan administratif keimigrasian berupa Deportasi dan Penangkalan.

“Adapun satu lagi melanggar
Pasal 71 huruf b yang berbunyi setiap orang asing yang berada di Wilayah Indonesia wajib memperlihatkan dan menyerahkan Dokumen Perjalanan atau Izin tinggal yang dimilikinya apabila diminta oleh Pejabat Imigrasi yang bertugas dalam rangka pengawasan Keigmirasian,” tambahnya.

Untuk tindaklanjutnya, Tim Inteldakim sedang melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Nigeria di Jakarta sehubungan dengan tidak adanya Paspor salah seorang diantara mereka.
Direncanakan salah seorang diantara mereka akan dibawa terlebih dahulu ke
Kedutaan untuk melakukan pelaporan dan penerbitan dokumen perjalanan darurat. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.