Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

2 Warga Positif Corona, Ini 4 Objek Wisata di Sadananya Ciamis Ditutup

2728
0
Penutupan kawasan wisata Kecamatan Sadananya radartasikmalaya.com
Objek wisata di Kecamatan Sadananya Ciamis ditutup. Termasuk keluar masuk orang dari luar Sadananya diperketat petugas dengan dilakukan pengecekan suhu tubuh. istimewa untuk radartasikmalaya.com bocah

CIAMIS –  Sejak adanya 2 orang yang terkonfirmasi Posotif Corona, salah satunya guru SDN, kini Kecamatan Sadananya memperketat protokol kesehatan.

Bahkan, 4 objek wisata dilakukan penutupan sampai dua minggu kedepan.

Camat Sadananya Kabupaten Ciamis, Ir Tini Lastiniwati mengatakan, sekarang pihaknya menutup empat objek wisata alam yang  saat ini lagi banyak pengunjungnya.

Diantaranya, Obyek Wisata Alam Cadas Ngampar Gunungsari,  Bubulak dan Curug Panganten dan bumi perkemahan.

Penutupan kawasan Wisata di Ciamis radartasikmalaya.com

Penutupan kawasan Wisata Sadananya Ciamis radartasikmalaya.com

“Kami tutup dua minggu kedepan dari tanggal lima sampai tangal 18 bulan September ini, ” jelasnya kepada Radar Minggu (06/09)

Pihaknya memutuskan menutup obyek wisata Alam Cadas Ngampar sesuai hasil rapat koordinasi dengan Muspika Kecamatan Sadananya.

Diantaranya dari kecamatan, Kepala Puskesmas, Kapospol, Danposramil serta pihak masyarakat dan para tokoh pada Jumat kemarin.

Dalam rapat diputuskan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, Karena ada klaster baru di tenaga pendidik SD.

Bahkan keduanya tengah menjalani karantina. “Semoga keduanya cepat sembuh seperti biasa lagi,” harapnnya.

Tini menambahkan, semua aktivitas wisata di tempat tersebut dihentikan, bahkan tidak diperkenankan untuk masuk ke lokasi wisata.

Selain menutup tempat wisata, akan ada pembatasan kegiatan di wilayah Desa Gunungsari, khususnya kegiatan yang melibatkan warga dari luar Desa Gunungsari.

“Jadi kami perketat itu guna menekan penyebaran Corona lebih meluas lagi,” tukasnya.

Tini menghimbau, setelah penutupan, semua kepala desa  diwajibkan  membuat surat edaran, supaya melaksanakan penerapan protokol kesehatan.

“Baik berupa jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan mengingatkan warga jangan sampai ada kerumunan,” katanya.

Kedua, kata Tini, pada dua minggu kedepan, dihimbau masyarakat  tidak ada kegiatan-kegiatan yang  mengundang massa terlebih ada kerumunan.

“Kami bersyukur untuk pasar tidak ada, jadi relatif aman. Pengajaran guru keling sekarang ditiadakan, tapi harus daring,” ujarnya.

“Kami tekankan kepada 8 desa di Kecamatan Sadanya untuk memperketat wilayahnya dari keluar masuk orang dari luar daerah Sadananya,” sambungnya.

Pihaknya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak takut dan panik, namun justru harus menjaga kesehatan, dan tingkatkan imunitas.

“Jangan mengucilkan orang yang terkena Corona. Karena ini musibah dan kita diwajibkan memberikan semangat dan motivasi,” tandasnya.

Tini juga menambahkan, Gugus tugas sudah melakukan tracing dan tracking dan swab test, namun menunggu hasilnya keluar.

“Rencananya di kecamatan Sadananya akan ada swab test secara masif, direncanakan Oktober 2020. Sebelumnya dua kali test swab. Alhamdullilah 226 orang hasilnya negatif,” tuturnya

“Semoga sweb masif susulan dan hasil tracking nanti semuanya negatif,” harapnya.

(Iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.