2 WNA di Garut Positif Covid-19

309
0
Ricky Rizki Darajat

TAROGONG KALER – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut melakukan rapid test terhadap lima warga negera asing (WNA) yang merupakan jemaah di salah satu masjid di Tarogong Kaler. Hasilnya dua WNA dinyatakan positif Covid-19.

“Yang menjalani rapid test jemaah masjid itu ada tujuh orang, dua WNI dan lima WNA. Yang dua WNA dinyatakan positif setelah rapid test itu,” ujar Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut, Ricky Rizki Darajat, Minggu (19/4).

Baca juga : Hotel di Garut tak Lakukan PHK Karyawan, Tapi Kerja Giliran

Untuk memastikan kondisinya, kata dia, pihaknya langsung mengirim sampel swab dua WNA berjenis kelamin laki-laki berusia 42 dan 31 tahun itu ke laboratorium Provinsi Jawa Barat.

“Kedua WNA ini diwajibkan isolasi mandiri di rumah atau mes dengan diawasi oleh ketuanya. Puskesmas setempat juga melakukan pengawasan sambil menunggu hasil laboratorium,” ucapnya.

Pihaknya pun telah meminta agar kedua WNA mem­batasi aktivitas agar tidak keluar mes selama isolasi mandiri. “Kita juga akan me­lakukan pem­bahasan dalam rapat gugus tugas Covid-19 Ka­bupaten Garut untuk menin­dak­lanjuti,” tuturnya.

Ricky menuturkan selain menangani temuan itu, Dinas Kesehatan terus melakukan tracking atau pelacakan kepada warga Kecamatan Selaawi yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 di Garut. Hasilnya ada 54 orang yang sempat kontak dengan KC-3. “Hasil rapid test ke-54 orang yang kontak erat itu dinyatakan negatif,” katanya.

Sementara untuk perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, kata Ricky, sampai Minggu (19/4) pukul 16.00 itu keseluruhannya ada 2.482 kasus dan terdiri dari orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif.

“Untuk yang positif masih tercatat tiga kasus, yaitu dua laki-laki dan satu perempuan. Sekarang dua dalam perawatan di RSUD dr Slamet, satu isolasi mandiri di rumah menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.

Untuk OTG, sampai hari ini (kemarin) tercatat ada 316 orang, dimana 157 masih dalam tahap observasi dan 159 selesai masa observasi.

“Hari ini kita juga mendapatkan laporan, dugaan adanya OTG, seorang laki-laki 20 tahun di Kecamatan Cisurupan. Ia baru datang dari Jakarta,” katanya.

Ia menambahkan berdasarkan hasil penelusuran tim surveilans dan UPT Puskesmas Cisurupan, OTG itu memiliki riwayat pernah kontak dengan kasus konfirmasi di Jakarta. Orang itu juga telah mendapatkan pemantauan di Wisma Atlet Jakarta selama 10 hari, yaitu pada 8-18 April 2020.

“Tim kesehatan UPT Puskesmas Cisurupan sudah langsung mengambil sampel melalui uji cepat atau rapid test. Hasil rapid test itu dinyatakan non reaktif,” terangnya.

Selain itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan unsur pemerintahan desa dan kepolisian setempat untuk pemantauan kesehariannya. “Diwajibkan kepada OTG tersebut untuk isolasi mandiri selama 14 hari ke depan, dan dipastikan hari ke-10 untuk diulang kembali pemeriksaan rapid test,” kata dia.

Baca juga : Pemkab Garut Batalkan Bayar Utang Warga ke Rentenir

Ricky mengatakan jumlah ODP, terdapat 2.128 kasus. Sebanyak 93 orang masih pemantauan, empat dalam perawatan, dan 2.031 selesai pemantauan, di mana delapan di antaranya meninggal dunia.

Sedangkan total pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 35 kasus. Dua pasien di antaranya sedang dalam perawatan dan 33 pasien selesai pengawasan, di mana enam diantaranya meninggal. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.