20 Anak Buah Sri Mulyani Jadi Korban Pesawat Jatuh

9

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Kecelakaan udara kembali terjadi di tanah air. Pesawat Lion Air tipe B-737-8 MAX dengan nomor penerbangan JT-610 terjatuh di teluk Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

Pesawat dengan nomor registrasi PK LQP yang memuat 188 penumpang dan awak dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pilot sempat meminta kembali ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dari 181 penumpang, sebanyak 20 penumpang lainnya merupakan anak buah dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Mereka hadir di Jakarta dalam rangka mengikuti Hari Keuangan ke-72 pada, Sabtu (27/10).

Mendengar kabar jatuhnya pesawat itu, Sri Mulyani langsung mendatangi Kantor Pusat Badan SAR Nasional (Basarnas) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10). Kehadirannya di kantor Basarnas untuk meminta penjelasan Basarnas terkait proses pencarian Pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan dekat Karawang, Jawa Barat.

“Di pesawat itu ada 20 jajaran kami Kementerian Keuangan,” kata Sri Mulyani di Kantor Basarnas dengan mata berkaca-kaca sambil menahan tangis.

Sri Mulyani merinci, dari 20 jajarannya yang menjadi korban diantaranya dari Ditjen Pajak, Perbendaharaan serta Ditjen Kekayaan Negara. Mereka semua merupakan pegawai yang bertugas di Pangkal Pinang. Selain itu, juga ada beberapa korban yang berasal dari kementerian lain.

“20 jajaran kami baik itu di Ditjen Pajak, Perbendaharaan, dan Ditjen Kekayaan Negara, yang memang bertugas di Pangkal Pinang dan berangkat tadi pagi sehingga memang kami cukup banyak dari Kemenkeu,” kata dia.

Selain itu, pasca jatuhnya pesawat tersebut, banyak informasi yang beredar dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Olehnya itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan informasi yang beredar.

Apalagi informasi bukan dari pihak yang berwenang. Apalagi sudah mulai banyak tersebar di media sosial foto-foto dan video tentang detik-detik jatuhnya pesawat naas itu.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10). Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengimbau warga net Indonesia untuk tidak menyebarkan informasi hoax ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu melalui rilis yang diterima redaksi Fajar Indonesia Network (FIN), Senin (29/10).

Ia juga mengimbau kepada seluruh warganet untuk tidak menyebarluaskan foto-foto maupun video korban dari musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melalui media apapun termasuk media sosial.

“Kami ingatkan kembali bahwa setiap aktivitas kita di ruang siber, termasuk aktivitas mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi hoaks diatur dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

(HRM/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.