20 Negara Ikuti Pertemuan ARIN-AP AGM di Kuta Bali

14

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Pertemuan Asset Recovery Inter-Agency Network Asia Pasific (ARIN-AP) Annual General Metting (AGM) tahun kelima kembali digelar di  Hotel The Anvaya Resort Bali, Jl. Kartika Plaza Tuban Kuta Bali Indonesia.

Pertemuan ini diikuti 20 negara yakni Vietnam, Myanmar, Thailand, Australia, Jepang, Mongolia, Laos, New Zealand, Chinese Taipei, Nepal, Korea, Singapura, India, Hongkong, Srilanka, Papua New Guinea, Cambodia, Timor Leste, Vanuatu, Indonesia serta Observer yakni UNODC, CARIN (diwakili Hungary), dan World Bank.

Pertemuan yang dibuka Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Loeke Larasati, Selasa (6/11) untuk membahas hal-hal terbaru dalam kegiatan jejaring ARIN-AP dalam penentuan Presidensi tahun 2019, pendanaan jejaring, pendaftaran anggota observer baru, pengembangan data base, dan mekanisme standar dalam pertukaran informasi.

Setelah dibuka pertemuan ARIN-Ap, acara dilanjutkan dengan pembukaan AGM (Annual General Meeting) pertemuan tahunan yang diawali dengan sambutan dari Kepala Pusat Pemulihan Aset Diah Srikanti selaku Presidensi ARIN-AP 2018 dan sambutan dari Kepala Sekretariat ARIN-AP Mr. Young Bae Son (dari Negara Korea).

“perkembangan jejaring informal sejenis ARIN-AP berkembang disetiap kawasan regional seperti CARIN (Camden Asset Recovery Inter Agency Network) yang telah dulu terbentuk untuk wilayah Eropa pada tahun 2004, ARIN-WA untuk wilayah Afrika Barat, ARIN-EA untuk wilayah Afrika Timur, ARIN-SA untuk Wilayah Afrika Selatan,” katanya dalam sambutannya, Selasa (6/11).

Dia menjelaskan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan RI mengembangkan kerjasama dalam bentuk kontak penghubung dalam jejaring informal pemulihan asset ARIN-AP yang memiliki Secretariat Permanen di Kejaksaan Agung dan di Seoul Korea Selatan, serta perwakilan Indonesia dalam steering group dan keanggotaan ARIN-AP yang dibentuk pada akhir tahun 2013.

“Bentuk kerjasama yang dikembangkan dalam jejaring ARIN-AP tersebut antara lain berbagi informasi terkait penelusuran Asset dan Pemulihan Asset secara informal, jejaring informal yang ada dikawasan regional merupakan pengembangan lebih lanjut dari CARIN (Camden Asset Recovery Inter-Agency Network), Jejaring informal Asset Recovery untuk wilayah Eropa, yang secara resmi dibentuk di Den Haag pada tahun 2004,” tegasnya.

Diketahui, Pertemuan Tahunan ke-5 ARIN-AP ini, dibuka oleh Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Loeke Larasati mewakili Jaksa Agung RI didampingi oleh Kepala Pusat Pemulihan Aset, Kepala Sekretariat ARIN-AP dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Amir Yanto.

Pertemuan tahunan dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi Panel dengan topik yang disampaikan praktisi dan pakar asset recovery berbagi pengalaman serta perkembangan terkini dibidang pemulihan asset dan yang paling penting lagi memberikan gambaran bagaimana kerjasama informal pemulihan asset dapat berjalan dengan baik melalui jalur ARIN-AP.

(Lan/FIN)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.