20 Persen Angkutan Umum Tak Layak Jalan

29
0

TAROGONG KIDUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut mencatat sebanyak 20 persen angkutan umum (angkum) di Garut tidak layak beroperasi. Hal itu berdasarkan hasil uji Kir.

Kepala Dishub Kabupaten Garut Suherman menuturkan ada sebanyak 1.005 elf dan bus serta 11.490 unit angkutan kota (angkot) yang melakukan uji Kir di Dinas Perhubungan. “Dari jumlah itu, hanya 95 persen yang melakukan uji Kir,” kata dia usai apel gabungan di lapang Setda Garut Senin (11/2).

Suherman menerangkan dari 20 persen kendaraan yang tidak layak beroperasi rata-rata kerusakannya variatif. Mulai dari aksesori kendaraan seperti wiper tidak jalan, ban, bodi kendaraan sampai surat-surat kendaraan yang sudah mati. “Selain kondisi kendaraan, sopirnya juga kebanyakan tidak punya SIM (surat izin mengemudi). Ini masuk dalam faktor ketidaklayakan angkutan umum beroperasi,” katanya.

Melihat kondisi itu, pihaknya langsung melakukan koordinasi dan menyebar imbauan kepada pemilik angkutan atau PO bus untuk memperbaiki kondisi angkutannya. “Kalau setelah kami peringati perusahaan tidak mengindahkan, maka pemilik PO akan dikenakan sanksi berat, diantaranya penjara sampai dua tahun,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Garut dalam melakukan penindakan angkutan tidak layak jalan. “Kami juga sudah instruksikan seluruh UPT perhubungan untuk terus memantau kelayakan kendaraan setiap harinya. Jangan sampai kendaraan tak layak jalan beroperasi, itu berbahaya,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.