20 Ribu KK Miskin Kota Tasik tak Dapat Bantuan

179
0
H Nana Rosadi Kepala Dinsos Kota Tasikmalaya

INDIHIANG – Bantuan sosial dari pemerintah belum bisa mengakomodir seluruh warga kurang mampu di Kota Tasikmalaya. Sampai saat ini masih ada sekitar 20 ribu warga kurang mampu yang belum mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya H Nana Rosadi menyebutkan warga Kota Tasikmalaya tidak mampu ada sekitar 70 ribu. Pihaknya selalu mengajukan bantuan untuk bisa mengakomodir seluruhnya untuk bantuan sosial. “Tapi tahun 2019 itu yang dapat hanya 47 ribu saja,” ungkapnya kepada Radar, Senin (17/2).

Baca juga : Sayembara Logo Geopark Galunggung Tasikmalaya Banyak Peminat

Tahun ini, kata H Nana, pihaknya juga mengajukan penambahan untuk bantuan warga kurang mampu. Patut disyukuri, 2020 ada penambahan kuota bantuan untuk Kota tasikmalaya sekitar 2 ribu. “Tahun ini jadi 49 ribuan. Memang masih jauh untuk mencapai keseluruhan karena masih kurang 20 ribu lebih,” ujarnya.

Soal kuota penerima bantuan, kata dia, Pemkot hanya mengusulkan, karena kebijakannya ada di pemerintah pusat. Diharapkannya ke depan kuota bantuan warga miskin di Kota Tasikmalaya bisa bertambah. “Kalau kami sih ingin semuanya kebagian,” tuturnya.

Di sisi lain, melalui kuota bantuan yang tersedia pihaknya mendorong supaya penerima bantuan punya perubahan hidup. Mereka didorong untuk bisa hidup mandiri sehingga tidak lagi perlu bantuan melalui proses graduasi. “Supaya bisa dialihkan ke warga lain yang tidak kebagian,” ujarnya.

Namun demikian, jumlah graduasi setiap tahunnya tidaklah banyak yakni di angka sekitar 20 keluarga, sehingga penambahan kuota bantuan tetap diperlukan mengingat masih banyak yang warga kurang mampu yang tidak kebagian. “Prosesnya lumayan lama, tapi kita targetkan tiga tahun sudah bisa graduasi,” katanya.

Baca juga : Banjir di Sukaresik Tasikmalaya Rutin Terjadi

Untuk meloloskan masyarakat dari jurang kemiskinan, kata H Nana, perlu dukungan dari OPD dan unsur lainnya. Karena jika hanya mengandalkan Dinsos melalui kader PKH, akan sulit. “Termasuk kita juga butuh peran serta media massa,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.