Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.4%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.4%

0%

20 Ribu Rumah Siap Akad

19
0

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan, awal bulan depan akan segera menyalurkan kredit pada 20.000 unit rumah, setelah mendapat persetujuan tambahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak Rp 2 triliun dari pemerintah.

Direktur Finance, Planning, and Treasury Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN dalam waktu dekat akan mendapat persetujuan tambahan FLPP tersebut.

“Kita menyiapkan juga ketentuan, supaya begitu surat done jalan, kita tanda tangan, nggak tahu hari ini atau Senin tanda tangan langsung seluruh cabang BTN siap menyalurkan tambahan kurang lebih Rp 2 triliun,” ujarnya, Sabtu (30/11).

Ia menjelaskan, FLPP sementara akan menggunakan dana talangan BTN sebesar Rp 1,5 triliun dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 500 miliar. Menurutnya, dana talangan ini akan diganti melalui tambahan FLPP Rp 2 triliun di tahun depan.

“Begitu persetujuan tambahan resmi keluar maka 20 ribu unit rumah siap akad. Itu slot udah nunggu, malah nunggu akad, begitu kita kasih surat hari ini jesss akad jalan. Harusnya hari ini kita tanda tangan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Consumer dan Commercial Lending BTN, Hirwandi Gafar menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyetujui tambahan subsidi FLPP untuk rumah murah.

“Terkait KPR subsidi sendiri untuk tahun 2019 ini sudah ada persetujuan pemerintah untuk ada tambahan sekitar Rp 2 triliun yang akan kita salurkan paling lambat di Desember 2019,” katanya.

Gafar menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani keputusan tersebut, begitu pula dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Sudah, Presiden sudah tanda tangan. Tanda tangan Menkeu juga sudah, Menteri PUPR juga sudah. Sekarang tinggal administrasi sebelum jalan,” katanya. (der/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.