20 Ribu Warga Terancam Tak Bisa Nyoblos

136
0

TAROGONG KALER – Komisioner KPU Garut Djudju Nuzuluddin mengungkapkan sebanyak 20 ribu warga Garut tidak masuk dalam database Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Hal itu diketahui setelah KPU melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data, yang kemudian dicocokkan kembali dengan data Disdukcapil.

“Orang-orang ini ketika dicoklit ada, tetapi datanya tidak ada di Disdukcapil,” ungkap Djudju kepada wartawan Kamis (19/4).

Menurut dia, rata-rata masyarakat yang tidak tercatat di Disdukcapil adalah yang tidak mempunyai KTP elektronik dan kartu keluarga.

Padahal, orangnya ada dan tinggal di Kabupaten Garut. Dia pun meminta pemerintah menyelesaikan persoalan itu.

“Kalau tidak (segera) diselesaikan, 20 ribu masyarkat Garut ini tidak bisa mencoblos,” tuturnya. “Paling tidak buatkan surat keterangan sudah direkam, itu bisa jadi syaratnya juga (syarat mencoblos, Red),” imbuh Djudju.

Loading...

Selain data warga yang terancam tak bisa nyoblos, kata dia, dari hasil coklit juga diketahui pemilih pemula di garut hanya 10 persen dari total DPT.

“DPT (Daftar Pemilih Tetap) sekarang itu 1.837.942. Kalau sepuluh persennya yakni 182 ribuan,” kata Djudju. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.