200 Pasien Positif Corona di Kota Tasik Antri Ruangan Isolasi

171
0
MENGECEK. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengecek kesiapan RS Dewi Sartika untuk dijadikan gedung isolasi baru, Kamis (10/12).
MENGECEK. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengecek kesiapan RS Dewi Sartika untuk dijadikan gedung isolasi baru, Kamis (10/12).
Loading...

TASIK – Penambahan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di Kota Tasikmalaya tak bisa menunggu terlalu lama. Seiring penambahan kasus, ratusan pasien telah masuk daftar tunggu antrean untuk bisa ditangani di ruang isolasi, Kamis (10/12).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan saat ini ada sekitar 200 pasien positif Covid-19 yang masuk daftar antrean. Mereka harus isolasi mandiri karena ruangan yang over load. “Makin banyak, hari ini antrean sampai 200,” tuturnya saat mengecek RS Dewi Sartika kemarin.

Jumlah tersebut, kata Uus, di luar pasien positif dari klaster pesantren. Beruntung pasien dari klaster pesantren bisa diisolasi di lingkungan pesantren. “Kalau klaster pesantren insya allah aman (untuk kebutuhan isolasi, Red),” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya sedang mengebut persiapan rumah sakit darurat. Sebagaimana diketahui RS Purbaratu dan Dewi Sartika akan digunakan untuk gedung isolasi. “Makanya kita intens mengecek kesiapannya rumah sakit ini,” tuturnya.

Baca juga : Klaster Pesantren di Kota Tasik Terus Bertambah, Kini 56 Santri Positif Covid-19

Loading...

Secara infrastruktur, lanjut Uus, RS Dewi Sartika dinilai lebih siap mengingat RS Purbaratu sempat terhambat karena Tembok Penahan Tebing (TPT) yang roboh. Namun saat ini pihaknya masih menunggu mesin pengolah Ipal. “Harusnya sudah sampai, tapi ada kendala pengiriman,” terangnya.

Selain itu, perekrutan tenaga medis yang akan dipekerjakan pun masih dalam proses. Tetapi diharapkan minggu depan penggunaan RS tersebut sudah bisa digunakan sebagai fasilitas isolasi. “Karena kalau peralatan sudah siap,” katanya.

Penambahan pasien positif di Kota Tasikmalaya sendiri terus terjadi. Selain klaster pesantren, keluarga, kebugaran, perkantoran juga klaster tenaga kesehatan. “ASN saja sudah ada 20 orang, tapi itu jumlah total,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya, terjadi penambahan 56 kasus baru. Total kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya kini menjadi 1.252 orang dan 766 diantaranya masih aktif.

Satgas pun memperpanjang pembatasan aktivitas usaha dan kegiatan di malam hari. Batasan yang sebelumnya sampai pukul 23.00 menjadi 21.00. Terkecuali kelompok pedagang kaki lima (PKL) yang masih diberi toleransi sampai 23.00. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.