2019, Waspadai Kenaikan Tarif Listrik

22

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) menyatakan tidak akan menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga tahun depan. Namun, jika melihat APBN, kebijakan itu dirasa memberatkan.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus menilai keputusan tersebut adalah kebijakan politis. Menurut dia, sudah sepatutnya TDL dinaikkan karena akan terus membebani APBN.

“Persoalan TDL ini sebenarnya klasik. Sebenarnya, penyediaan listrik adalah tanggungjawab pememerintah. Tapi, kita tahu bahwa sampai sekarang masih 30% daerah-daerah di Indonesia belum teraliri listrik. Terkait dengan TDL itu sendiri, harusnya sudah disesuaikan. Akan tetapi, tidak naiknya TDL sekarang ini kan karena faktor politis saja,” ujarnya kepada Fajar Indonesia Network (FIN), Minggu (2/12).

Belum lagi, lanjut Trubus, pasca Dirut PLN Sofjan Basir diperiksa KPK terkait dugaan dugaan korupsi proyek PLTU Riau 1, di dalam tubuh internal PLN sendiri timbul konflik.

Sehingga ketika ingin mengeluarkan kebijakan benturannya langsung dengan pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian BUMN.

“Dari situ, saya sebagai pengamat kebijakan melihatnya pada sisi politis. Saya curiga, cuma sampai April 2019 saja kok setelah Pilpres. Jika terpilih lagi, saya yakin TDL ini pasti akan dinaikkan semua,” katanya.

Menurut Trubus, kebijakan pemerintah terkait TDL harusnya disesuaikan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi PLN saat ini. Terlebih lagi, PLN hingga saat ini masih menggunakan batu bara dalam pengoperasiannya.

Ia menyebutkan, dalam satu hari diperkirakan pemerintah mensubsidi Rp1 miliar untuk menutupi defisit PLN dalam pembelian batu bara.

Ditambah lagi harga batubara ditingkat dunia sedang mengalami kenaikan. Dia menyarankan, untuk menggunaka nuklir agar memangkas biaya.

“Intinya menahan kenaikan TDL sekarang ini sama saja menaruh bom waktu. karena lama kelamaan pasti akan menyerang dan menggerogoti APBN sendiri.

Sementara posisi nilai rupiah masih labil, kadang tinggi dan kadang tidak jelas. “Artinya, pemerintah tidak punya bargaining position untuk membuat rupiah pada posisi stabil,” tutur dia.

“Sekali lagi pendapat saya TDL harus tetap disesuaikan. Karena kalau bicara publik, berarti menyangkut masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Sedangkan sampai saat ini masih ada 30% masyarakat yang belum menikmati listrik. maka dari itu, kalau harusnya naik, ya TDL itu dinaikan untuk mengurangi beban dari PLN sendiri,” imbuh dia.

Sementara itu, Kementerian ESDM melalui Dirjen Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng terkait kenaikan TDL untuk tahun 2019 mengatakan, belum ada rencana untuk menaikkan TDL. “Belum ada rencana kenaikan TDL tahun depan,” ujar dia.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai alasan pemerintah belum menaikan TDL hingga tahun depan, katanya, demi menjaga kestabilan perekonomian nasional.

“Iya, supaya daya beli masyarakat tetap terjaga, industri kita makin kompetitif. Semua itu karena harga listrik yang terjangkau, sehingga kegiatan ekonomi berjalan dengan baik,” tukasnya. (Der/FIN)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.