2020, Ada 51 Kasus HIV/AIDS di Kota Tasik

201
0

KOTA TASIK – Tak hanya sedang diterpa Demam Berdarah Dengue (DBD), Kota Tasik juga ternyata berada pada diurutan ke-13 se-Provinsi Jawa Barat, terkait jumlah penderita HIV/AIDS.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Tasik, jumlah penderita HIV/AIDS di tahun 2020 hingga Mei, telah mencapai 51 kasus.

Sedangkan data total dari 2004 hingga 2020 ini sudah mencapai 758 kasus dengan merenggut korban jiwa 2 orang.

“Kasus baru tercatat 51 orang hasil validasi yang dilakukan bersama Dinkes Kota Tasik. Penanganan masih tetap dilakukan,” ujar KPA Bagian Pengelola Monev dan Logistik Kota Tasik, Dendi Carniadi kepada wartawan, Selasa (23/06) pagi.

Dendi menerangkan, penderita HIV/AIDS dari tahun 2010-2020 paling banyak ditemukan kasus dari suami yang suka “jajan”, hubungan sesama jenis hingga narkoba.

Para penderita AIDS pada tahun ini sudah mencapai 76 persen dan HIV ada 24 persen.

Loading...

Pihaknya terus melakukan terapi antiretroviral (ARV) yang dilakukan sudah mencapai 80 persen, tetapi dua orang meninggal dunia.

“Untuk 51 kasus baru ini rinciannya antara lain 30 orang hubungan lelaki seks dengan lelaki (LSL), 7 orang lelaki beresiko Tinggi (HRM), 1 orang wanita pekerja seks (WPS),” terangnya.

Kemudian dari 51 kasus itu juga terjadi akibat biseksual serta yang menderitanya rata-rata 30 tahun ke bawah dan 35 tahun ke atas.

“Lalu 9 orang resiko tinggi (Risti), tiga orang biseksual dan satu anak. Namun, di usia produktif masih terjadi antara umur 30 tahun ke bawah dan 35 tahun ke atas,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.