Tarif di Badan Jalan Akan Naik Januari

2020, HZ Mustofa Bebas Parkir

206
0
AKAN DITATA. Kendaraan roda dua terparkir di badan jalan HZ Mustofa, Minggu (11/8). Pada 2020, badan jalan tersebut rencananya akan disterilkan dari parkir kendaraan. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

INDIHIANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana membersihkan lahan parkir di HZ Mustofa pada 2020. Pembersihan tersebut merupakan salah satu item dalam program penataan kota.

“Rencananya kami tahun depan akan mulai menata kota, termasuk HZ Mustofa dibuat bebas parkir. Kita pikirkan beberapa opsi untuk merealisasikan rencana ini,” ujar Wakil Wali Kota Tasikmalaya Drs H Muhammad Yusuf usai menggelar open house Idul Adha di kediamannya, Minggu (11/8).

Pemkot saat ini tengah menganalisis pemanfaatan eks setda lama di Jalan Mayor Utarya sebagai lahan parkir. Namun, pihaknya belum berbicara secara formal tentang hal tersebut dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya sebagai pemilik aset. “Kami akan coba, apabila pemkab belum bekerja sama dengan pihak ketiga, kami di pemkot akan bentuk tim supaya bisa intens berkomunikasi dalam rangka kerja sama,” tuturnya. “Kemudian nantinya eks setda dibongkar dan digunakan untuk area parkir, sesuai keinginan Pak Wali,” tambah Yusuf.

Apabila pemkab sudah memiliki kerja sama dengan pihak ketiga, kata Yusuf, otomatis pemkot harus menyiapkan opsi lain. Salah satunya mengoptimalkan jalur-jalur penghubung HZ Mustofa sebagai kantong parkir. Jalur yang dimaksud yakni Jalan Cihideung, Pataruman, Panyerutan, Mayor Utarya dan lainnya. Opsi ini akan disiapkan untuk mengantisipasi apabila pemkab tidak berkenan dengan konsep penataan kota yang ditawarkan pemkot. “Kita tidak bisa memaksa, kalau misalnya tidak bersedia ya sudah cari alternatif lain, sebab kita terbatas sekali lahan di pusat kota,” kata Yusuf.

Sementara itu, kenaikan tarif parkir badan jalan di Kota Tasikmalaya akan diberlakukan awal 2020. Hal ini dikuatkan dengan dinaikkannya target retribusi lebih dari Rp 1 miliar.

Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Hamzah Diningrat menerangkan, salah satu alasan kuat menaikkan tarif parkir adalah ditingkatkannya target retribusi parkir hasil kajian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Tahun ini target retribusi hanya Rp 2,1 miliar sedangkan tahun depan menjadi Rp 3,5 miliar. “Kenaikan targetnya lebih dari Rp 1 miliar,” ujar dia.

Rencananya, tarif untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor maksimal Rp 3.000. Sedangkan tarif parkir di badan jalan untuk mobil akan dipatok Rp 5.000. Target setoran juru parkir per hari pun akan naik. “Kalau tidak dinaikkan ya susah juga untuk mencapai target,” katanya.

Menurut Hamzah, kenaikan tarif ini adalah solusi yang pas untuk memenuhi target pendapatan retribusi. Bila hanya menaikkan setoran tanpa menaikkan tarif, maka akan memberatkan para juru parkir. “Apalagi sejak 2014 tarif parkir belum pernah ada penyesuaian lagi,” tutur dia. (igi/rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.